Teks Biografi

 

Teks biogarfi

·         Nama    : Defri Marjoni

·         TTL         : Pasie Laweh, 06 Juni 1990

·         Cita-cita : Menjadi seorang enterpreneur (pengusaha atau usahawan)

 

Defri Marjoni, ia lahir 27 tahun yang lalu pada 06 Juni 1990 di Pasie Laweh. Merupakan anak dari By.Juwo dan Aziar (Alm). Ia merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Kakak pertamanya Ratna Juwita dan kakak keduanya Neli Merdeka Wati.

Saat melahirkannya ibunya mengalami pendarahan yang hebat dan meninggal dunia. Karena ibunya meninggal, ia disusui oleh salah seorang tengganya selama satu bulan. Ketika berumur 1 tahun, ia tinggal bersama bibinya. Tak lama berselang, pada umur 2 tahun dia tinggal bersama kedua kakaknya. Setelah tinggal hanya dengan kedua kakaknya selama 3 tahun. Saat berumur  5 tahun, ia di tinggal oleh kakak pertamanya, karena telah menamatkan Sekolah Menengah Atas. Dan memutuskan untuk merantau ke negeri orang.

Defri kecil, bersekolah di SD 02 Lubuk Alung(1997-2003), meskipun ia adalah salah seorang anak yang bandel dan jahil, tapi dia mampu mendapatkan juara 1 dari kelas 1 sampai 6. Ia melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 3 Lubuk Alung (2003-2006), yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Saat kelas 7, ia mendapatkan rangking 4, kelas 8 mendapatkan rangking 2 dan saat kelas 9, ia mendapatkan peringkat 1.Karena telah kelas 9, ia berencana untuk melanjutkan sekolahnya ke SMA Negeri 1 Lubuk Alung. Namun, rencana itu ditentang oleh ayahnya, dengan alasan lebih baik ia bersekolah di SMK karena setelah lulus dapat langsung bekerja. Akhirnya, dengan berat hati ia menuruti keinginan ayahnya dan sekolah di SMK 1 Pariaman dengan jurusan mekanik.

Mulai bersekolah di SMK 1 Pariaman(2006-2009), merupakan pangalaman yang tak terlupakan baginya. Saat kelas 10 sampai 11, ia menjalani hidup yang keras sebagai anak kos-an. Meskipun telah diberikan uang saku, ia harus bekerja di bengkel untuk mencukupi kebutuhan hidupnya,. Ketika kelas 12, kerena mahir berbahasa inggis ia bekerja sebagai staf pengajar di sebuah tempat bimbel di Pariaman.

Setelah menamatkan pendidikan formalnya, Defri berencana untuk melanjutkan sekolahnya, tapi rencana itu kembali ditentang oleh ayahnya, sama ketika ia akan melanjutkan sekolah ke SMA. Namun, tanpa berpikir panjang dan modal nekad ia mengikuti tes jalur undangan dan diterima di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Walaupun telah lulus melalui jalur undangan, ayahnya tetap tidak mengizinkan untuk melanjutkan sekolah di sana. Dengan alasan, ekonomi (karena ayahnya sudah menikah lagi) dan tidak ada kerabat yang tinggal disana. Dengan dibiayai oleh Agusman, saudara sepupunya.Akhirnya, ia melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Padang,  jurusan Teknik Otomotif (2009-2013). Selama kuliah, ia kembali harus bekerja di bengkel, untuk  memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah menamatkan D3 dengan IPK 3.5, ia ingin melanjutkan kuliah karena tuntutan pekerjaan zaman sekarang. Padahal,  saat itu dia tidak memiliki dana untuk melanjutkan kuliahnya. Tapi, kemudian ia mengorbankan sepeda motornya untuk bisa melanjutkan kuliah. Pada semester kedua, dia kehabisan dana untuk membiayai kuliahnya, karena Agusman tahu ia kehabisan dana kemudian kuliahnya kembali dibiayai oleh sepupunya itu. Setiap libur semester, ia menolong sepupunya berdagang. Dan akhirnya, ia berhasil menyelesaikan S1-nya tahun 2015.

Setelah menamatkan S1-nya, ia hijrah ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta, karenatidak punya kerabat di sana, ia tinggal di Tanah Abang  kos-an temannya selama dua minggu, kemudian diusir oleh ibu kos dengan alasan listrik dan air. Kemudian pindah ke Karawang , tapi setelah dua minggu ia pun kembali terusir, karena alasan yang sama. Dan pindah ke Cikarang, Cikampek dan kembali terusir selalu karena alasan yang sama, pada akhirnya ia kembali ke Tanah Abang dan tinggal dengan teman yang sama, dengan cara sembunyi-sembunyi (datang setelah ibu kos tertidur dan pergi sebelum ibu kos bangun).

Tahun2015, ia bekerja di Herley Davidsonsebagai Technical Service Engine, kemudian berhenti setelah 6 bulan bekerja, karena mereka tutup. Pada awal 2016, bekerja di PT.Trakindo sebagai Mecanica Engine, namun setelah 6 bulan ia di pindah kebagian sales, karena tidak sesuai dengan keahliannya dan memutuskan untuk berhenti. September 2016, ia diterima bekerja di perusahaan Jepang bernama Fuji Metal. Setelah bekerja di Fuji Metal, ia baru saja kembali dari Study bandingnya ke Shanghai.

 

 

 

Leave a Reply