Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi Oleh Iney Pive Frisky X MIPA 7

 

Gadis Pinggiran

Karya M. Irfannissadiq

 

Disaat semua orang bahagia dengan orang tuanya

Disana engkau mencari makan untuk dibawa ke rumah

Tak peduli ombak besar menghadang

Bahkan tak peduli sekalipun nyawa melayang

 

Engkau adalah gadis perkasa

Yang tak hanyut oleh ombak

Dan tak terbalik oleh badai

Bahkan petir sekalipun menggetarkan dirimu

 

Teruslah maju,

Jangan lepaskan

Hidupmu ada di genggamanmu

Gapailah citamu

Bagi langit, bumi dan udara

Sekalipun tak pernah melirik dirimu

 

 

Makna Puisi

 

Pada bait pertama, penulis menceritakan tentang kehidupan seorang gadis pinggiran yang kehidupannya sangat berbeda dengan gadis-gadis pada umumnya. Gadis itu harus mencari makan untuk memenuhi kebutuhannya sekalipun banyak rintangan yang harus dilaluinya.

            Pada bait kedua, penulis menceritakan tentang gadis pinggiran yang kuat dan pantang menyerah dalam menjalani kehidupannya.

Pada bait ketiga, berisikan kalimat seperti memotivasi gadis pinggiran untuk tidak menyerah dalam menggapai cita-citanya walaupun banyak orang yang tidak memperdulikannya.

 

Unsur Ekstrinsik dan Intrinsik Puisi

 

1. Unsur Intrinsik

 

a. Tema yaitu ide, pokok pikiran, gagasan atau hal yang hendak dikemukakan oleh penulis baik secara tersirat maupun tersurat. Puisi di atas bertemakan Sosial, yaitu mengenai kehidupan seorang gadis pinggiran.

b. Amanat yaitu pesan yang mendorong penyair menulis. Amanat puisi di atas yaitu Kita sebagai manusia harus berjuang tidak boleh menyerah dalam keadaan apapun.

c. Perasaan yaitu sikap pengarang terhadap tema dalam puisinya. Pada puisi ini terdapat perasaan sedih dan simpatik terhadap tema yang di angkat oleh penulis.

d. Nada yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Misalnya rendah hati, menggurui, mendikte, persuasif,dan lain-lain.

e. Tipografi disebut juga ukiran bentuk puisi, yaitu tatanan larik, bait, kalimat, frase, kata, dan bunyi untuk menghasilkan suatu bentuk fisik yang mampu mendukung isi, rasa, dan suasana.

f. Citraan (pengimajian), yaitu gambar-gambar dalam pikiran, atau gambaran angan si penyair. Setiap gambar pikiran disebut citra atau imaji (image). Gambaran pikiran ini adalah sebuah efek dalam pikiran yang sangat menyerupai gambaran yang dihasilkan oleh penangkapan kita terhadap sebuah objek yang dapat dilihat oleh mata (indra penglihatan). Pada puisi di atas, penulis menggambarkan gadis pinggiran yang pantang menyerah.

g. Diksi, yaitu pemilihan kata-kata dengan cermat, teliti, dan setepat mungkin oleh penyair. Pada puisi di atas kata-kata yang dipilih penulis tepat berdasarkan tema yang di angkat.

h. Kata konkret (imajinasi), yaitu penggunaan kata-kata yang tepat (diksi yang baik) atau bermakna denotasi oleh penyair.

i. Gaya bahasa (majas, figuratif language), yaitu bahasa kias yang menimbulkan makna konotasi tertentu.

 

2. Unsur Ekstrinsik

 

1)      unsur biografi, yaitu latar belakang atau riwayat hidup penulis,

2)      unsur nilai dalam cerita, seperti ekonomi, politik, sosial, adat-istiadat, budaya, dan lain-lain. Pada puisi di atas terdapat nilai sosial karena mengangkat kisah mengenai kehidupan seorang gadis pinggiran.

3)      unsur kemasyarakatan, yaitu situasi sosial ketika puisi itu dibuat. Dorongan penulis untuk mengangkat tema sosial pada puisi diatas mungkin disebabkan karena situasi sosial yang ia lihat di sekitarnya.

Leave a Reply