Belajar Kebijaksanaan

  1. belajar kebijaksanaan

            Darwis ingin belajar tentang kebijaksanaan hidup dari Nasrudin. Nasrudin bersedia, dengan catatan bahwa kebijaksanaan hanya dapat dipelajari secara langsung.

            Malam itu Nasrudin menggosok-gosokkan kayu untuk membuat api. Api kecil itu ditiup-tiupnya. “Mengapa api itu kau tiup?” tanya Darwis. “Agar lebih panas dan lebih besar apinya,”jawab Nasrudin.

            Setelah api besar, Nasrudin memasak sup. Sup menjadi panas. Nasrudin menuangkannya ke dalam mangkuk. Ia mengambil mangkuknya, dan meniup-niup supnya.

           “Mengapa sup itu kau tiup?” tanya Darwis.

            “Agar lebih dingin dan enak dimakan,“ jawab Nasrudin.

            “Ah, aku rasa aku tidak jadi belajar darimu,” ketus Darwis.

            “Engkau tidak konsisten dengan pengetahuanmu.”

 
Struktur:

Abstrak    :    Darwis ingin belajar tentang kebijaksanaan hidup dari Nasrudin.
                   Nasrudin bersedia, dengan catatan bahwa kebijaksanaan hanya dapat 
                   
dipelajari secara langsung.

Orientasi :   Malam itu Nasrudin menggosok-gosokkan kayu untuk membuat api. Api 
                   
kecil itu ditiup-tiupnya. “Mengapa api itu kau tiup?” tanya Darwis.“Agar 
                  
lebih panas dan lebih besar apinya,”jawab Nasrudin.

Krisis       :   “Mengapa sup itu kau tiup?” tanya Darwis.
                   
 “Agar lebih dingin dan enak dimakan,“ jawab Nasrudin.

Reaksi      : “Ah, aku rasa aku tidak jadi belajar darimu,” ketus Darwis.

Koda        :     “Engkau tidak konsisten dengan pengetahuanmu.”

 

Leave a Reply