Bis yg bisa masuk ke Musholla & Presiden dan burung beo

Bis yang bisa masuk ke Musholla

Pada suatu pagi yang cerah, Andi menanyakan sebuah tebak-tebakan kepada Jono. Entah dari mana tebak-tebakan itu ia peroleh. 

Andi : “Jon, bis apa yang bisa masuk ke telinga?”

Jono : “Bisul”

Andi : “Betul, terus bis apa yang bisa masuk mushalla?”

Baru sejenak Jono berpikir dan belum sempat menjawab, Andi langsung menjawabnya sendiri.

Andi : “Bismillah dong, jon!”

Jono : “Oh iya benar, pintar kamu ndi

Struktur:

1.Abstraksi : Pada suatu pagi yang cerah

2.Orientasi : Andi menanyakan sebuah tebak-tebakan kepada Jono

3.Krisis : Bis apa yang bisa masuk mushalla?

4.Reaksi : Bismillah dong, Jon!

5.Koda : Oh iya benar, pintar kamu ndi

 

 Presiden dan Burung Beo

 

Ada dua orang presiden yang terlibat dalam sesi tanya jawab dan suasananya cukup mengherankan.

Presiden 1: “Ada burung Beo yang sudah diajarkan dua bahasa sekaligus, dan burung Beo tadi bisa menirukan dengan bagus, satu bahasa Inggris dan yang ke dua bahasa Rusia. Jadi kalau ditarik kakinya yang kanan, burung Beo akan biacara bahasa Inggris dan kalau ditarik kakinya yang kiri burung Beo akan bicara bahasa Rusia, hebatkan!”

Presiden 2: “Hebat-hebat!”

“Bagaimana kalau kedua kakinya ditarik?” tanya presiden 1.

“Wah pasti burung Beo tadi bisa dua bahasa sekaligus!” jawab presiden 2.

“Salah”.

“Oh mungkin dua bahasa tadi menjadi campur aduk!”.

“Salah”.

“Atau mungkin salah satu katanya akan ketukar, satu bahasa Inggris dan kata kedua bahasa Rusia”.

“Salah”.

“Loh … jadi gimana donk?”.

“Yang jelas kalau kedua kakinya ditarik, burung Beonya akan jatuh dari sarangnya, bego!”.

“Eh jangan main-main ya, gini-gini gua presiden, walau hanya di rumah tangga, masa lu bilang bego!”.

Dan tak lama kemudian pun burung Beo itu menirukan kata-kata tersebut.

“Presiden bego … presiden bego … presiden bego!” suara burung Beo terdengar berulang-ulang.

 

Struktur:

1. Abstraksi: Ada dua orang presiden yang terlibat dalam sesi tanya jawab.

2. Orientasi:  Suasananya cukup mengherankan.

3. Krisis: “Yang jelas kalau kedua kakinya ditarik, burung Beonya akan jatuh dari sarangnya, bego!”.

4.Reaksi: “Eh jangan main-main ya, gini-gini gua presiden, walau hanya di rumah tangga, masa lu bilang bego!”.

5. Koda:  “Presiden bego … presiden bego … presiden bego!” suara burung Beo terdengar berulang-ulang.

 

 

Leave a Reply