Contoh dan Perbedaan Surat Resmi dan Tidak Resmi

Bindonline.com – Apa saja perbedaan antara surat resmi dan tidak resmi? Surat merupakan alat yang digunakan untuk berkomunikasi secara tulisan. Seseorang mengirim surat kepada orang lain bisa atas pribadi, kelompok, organisasi, maupun instansi tertentu. Tujuan mengirimkan surat adalah untuk menyampaikan informasi dari pengirim ke penerima.

Secara umum, terdapat dua jenis surat yang beredar yaitu surat resmi dan juga surat tidak resmi. Meskipun informasi mengenai kedua jenis surat ini sudah lama, namun nyatanya banyak yang bingung tentang perbedaan dari kedua surat tersebut. Maka dari itu, di bawah ini kami akan membantumu memahami kedua jenis surat tersebut.

Perbedaan Surat Resmi dan Tidak Resmi yang Harus Kamu Ketahui

Perbedaan Surat Resmi dan Tidak Resmi yang Harus Kamu Ketahui

Berikut ini kami akan menjelaskan apa saja yang menjadi perbedaan di anara surat resmi serta tidak resmi.

Perbedaan Surat Resmi dan Tidak Resmi Berdasarkan Pengertiannya

Perbedaan Surat Resmi dan Tidak Resmi Berdasarkan Pengertiannya

Penjelasan yang pertama adalah tentang pengertian dari masing-masing surat tersebut. Surat resmi merupakan surat yang digunakan ketika kamu ingin berkomunikasi tentang hal-hal yang bersifat formal. Biasanya surat tersebut dikirim bukan atas dasar pribadi melainkan organisasi maupun instansi tertentu.

Ada banyak contoh surat resmi. Salah satunya adalah surat perjanjian kerja sama perusahaan. Sesuai namanya, surat ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait keinginan kerja sama dari pengirim surat kepada penerima.

Jika kamu memperhatikan lebih detai, surat resmi harus menggunakan bahasa formal. Tidak boleh ada bahasa gaul yang ada pada surat tersebut. Selain itu, kamu juga bisa menemukan adanya kop surat, nomor surat, dan lain sebagainya. Surat resmi memang memiliki struktur yang berbeda.

Mungkin tidak sulit bagimu untuk mengidentifikasi mana surat resmi dan mana surat non resmi. Bahasa yang digunakan pada surat ini juga merupakan bahasa baku. Tidak boleh menggunakan kata atau bahasa yang ambigu.

Lalu bagaimana dengan surat tidak resmi? Surat ini adalah jenis komunikasi secara tulis yang sering digunakan pada kehidupan sehari-hari. Misalnya kamu mengirim pesan kepada temanmu melalui aplikasi pesan singkat. Aktivitas yang kamu lakukan ini sudah termasuk mengirim surat tidak resmi.

Bahasa yang kamu gunakan untuk berkomunikasi juga merupakan bahasa gaul. Kamu juga tidak perlu memperhatikan struktur atau tata bahasanya. Meskipun begitu, pastikan surat tidak rsmi yang kamu kirimkan bisa dipahami oleh orang lain yang menerima suratmu. Pada surat tidak resmi juga tidak ada kop, nomor, maupun tujuan surat.

Struktur Surat Resmi dan Surat Tidak Resmi

Struktur Surat Resmi dan Tidak Resmi

1. Struktur Surat Resmi

Perbedaan yang kedua adalah mengenai struktur dari kedua surat tersebut. Baik surat resmi dan tidak resmi memiliki strukturnya masing-masing. Untuk selengkapnya, kamu bisa menyimak penjelasan berikut ini.

  • Kop atau Kepala Surat: bagian ini berfungsi memudahkan siapa pengirim dari surat tersebut. Kamu akan menemukan informasi tentang nama, alamat, nomor telepon, dan terkadang ada alamat email.
  • Tempat dan Tanggal Surat: di bagian ini terdapat informasi seputar keterangan di mana dan kapan surat tersebut. Sebagai informasi, ketika ada kepala surat maka kamu tidak perlu mencantumkan nama kota pada tanggal pembuatan surat. Sementara jika tidak ada kepala surat, maka kamu harus mencantumkan nama kota
  • Nomor, Hal, serta Lampiran: tujuan penulisan nomor, hal, serta lampiran yaitu:
    • mempermudah di dalam mengarsipkan
    • mempermudah ketika mencarinya
    • bisa mengetahui jumlah surat yang keluar
    • menjadi bahan rujukan ketika mengirimkan surat berikutnya
  • Alamat Tujuan: sesuai namanya, pada surat resmi juga memuat tujuan. Jadi nanti kamu harus menulis alamat yaitu alamat yang ada di amplop dan alamat yang ada di surat itu sendiri
  • Salam Pembuka: sama halnya ketika menulis surat undangan rapat, kamu juga harus memulainya dengan salam pembuka. Ini merupakan salam penghormatan kepada penerima surat tersebut.
  • Isi Surat: bagian ini berisi pendahuluan, isi, serta penutup. Untuk pendahuluan berfungsi sebagai pengantar surat. Isi merupakan bagan yang isinya tentang maksud penulisan sura tersebut. Sementara di bagian penutupnya tinggal menyesuaikan isi surat yang kamu buat.
  • Kalimat Penutup: kalimat penutup merupakan bagan yang berisi kata-kata akhir. Salam penuutp juga terkadang memuat hormat saya, hormat kami, salam takzim, serta wassalam.
  • Identitas Pengirim: jangan lupa untuk mencantumkan identitas pengirim. Identitas tersebut berupa nama dari pengirim surat, tanda tangan, maupun nama inisial. Pengirim surat merupakan pihak yang memiliki tanggung jawab di dalam penyampaian dan penulisan surat

2. Struktur Surat Tidak Resmi

Sementara itu, pada struktur surat tidak resmi sedikit berbeda dibandingkan dengan surat resmi. Namun memang ada beberapa bagian pada surat resmi dan kamu bisa menemukannya pada surat tidak resmi. Struktur surat tidak resmi adalah sebagai berikut:

  • Tanggal surat
  • Nama penerima
  • Alamat penerima
  • Pembuka
  • Isi
  • Penutup
  • Nama serta tanda tangan dari penulis surat

Surat Resmi Memakai Stempel, Surat Tidak Resmi Tidak Memakai Stempel

Perbedaan surat resmi dan tidak resmi berikutnya adalah pada surat resmi, kamu akan menemukan stempel. Stempel tersebut biasanya diletakkan setelah seseorang atau pengirim menandatangani surat tersebut. Tujuan pemberian stempel ini tidak lain adalah untuk menegaskan asal dari surat tersebut.

Stempel juga berfungsi menjadi bukti bahwa memang surat tersebut asli. Sementara pada surat tidak resmi, kamu tidak menemukan adanya stempel. Cukup dengan tanda tangan dari pengirim surat dan itu sudah cukup.

Apa Saja Contoh Surat Resmi dan Tak Resmi?

Apa Saja Contoh Surat Resmi dan tidak Resmi

Sebagai tambahan, berikut ini kami akan memberikan beberapa contoh mana yang termasuk ke dalam surat resmi dan mana surat tidak resmi.

1. Contoh Surat Resmi

Beberapa surat yang termasuk ke dalam surat resmi adalah sebagai berikut:

  • Surat undangan: surat yang isinya tentang permintaan dan ajakan agar seseorang menghadari acara atau kegiatan dari pihak pengirim
  • Surat permohonan: surat yang isinya tentang permohonan kepada penerima surat untuk melakukan atau menyetujui sesuatu
  • Surat lamaran kerja: surat yang digunakan untuk melamar pekerjaan ke perusahaan atau instansi yang di dalamnya memuat informasi tentang kemampuan, skill, maupun jasa agar bisa diterima penerima surat lamaran kerja tersebut
  • Surat perjanjian: surat perjanjian adalah surat yang digunakan untuk menawarkan perjanjian antara pihak pengirim ke pihak penerima atau pihak pertama ke pihak kedua

2. Contoh Surat Tidak Resmi

Beberapa contoh surat tidak resmi adalah sebagai berikut:

  • Surat permintaan maaf pada teman
  • Surat ucapan selamat kepada teman
  • Surat untuk mengajak teman datang ke pesta ulang tahun
  • Surat kepada teman yang pindah rumah
  • Surat ucapan kangen kepada keluarga
  • Surat untuk orang tua
  • Surat untuk kakak kandung
  • Surat untuk kakek dan nenek
  • Surat untuk sahabat yang ada di luar negeri
  • Surat untuk menanyakan kabar teman
  • Surat untuk sahabat kecil

Sekian informasi yang bisa kami sampaikan mengenai perbedaan antara surat resmi dan tidak resmi. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply