Forever Sunset

Judul Buku : Forever Sunset

Penulis : Stanley Meulen
Penerbit : Moka Media
Tahun Terbit : 2013
Kota Terbit : Jakarta Selatan
Jumlah Halaman : viii+372 halaman

Apa jadinya jika dua buah benda angkasa bertemeu dan bertabrakan? Dan, bagaimana jadinya jika dua buah mobil bertubrukan? Kerusakan!

Itu jawabannya. Tapi, apa yang terjadi jikayang bertabrakan adalah dua pasang mata dari seorang lelaki dan perempuan? Jatuh cinta.

Dinda adalah pusat dari semesta bagi Zora. Mereka adalah Galaksi Bima Sakti yang memuat cinta berdua.

Pada senja yang menggaris nama mereka di langit, sebenarnya mereka tidak pernah menyatu. Cinta yang tidak pernah sempurna saat kesedihan memisahkan mereka.

Pada senja yang selalu menunggu cinta, apakah mereka akan benar-benar bersatu?

Sesungguhnya, senja yang selamanya menyatukan mereka adalah pengharapan yang tak pernah ada habis-habisnya: sebuah cinta sejati.

“Have I told you lately that I love you. Have I told you there’s no one else above you. Fill my heart with gladness, take away all my sadness, ease my trouble that’s what you do…” Have I told you lately – Rod Stewart

Life is tough, babe. Nggak setiap hal yang kita harapkan jadi kenyataan. Kejutan! Terkadang, kenyataan jauh beda dengan harapan. But at least, dengan harapan, kita bisa merangkai masa depan sehingga memaksimalkan usaha untuk mencapai tujuan yang benar-benar kita inginkan.

Baca novel Forever Sunset ini, baper banget rasanya, serius. Cobaan sepertinya tidak mau pergi dari kisah-kasih Dinda dan Zora. Bikin geregetan juga. Sekali lagi, kenapa uang selalu jadi penghalang? Money can buy power. Banyak uang, banyak kuasa. Apa benar? Seperti mereka berdua yang beda kasta. Dinda dari golongan kelas atas, sedangkan Zora dari kalangan menengah.

Jadi gini, kedua anak manusia itu saling mencintai. Tapi nggak dapat restu dari keluarga Dinda. Ya, karena kasta itu tadi. Semua bermula ketika Dinda baru pulang dari Australia. Ia langsung menuju Bali untuk menemui kekasihnya, Zora. Di sana, Zora melamar Dinda. Habis itu, Dinda balik ke rumahnya di Jakarta. Sedangkan Zora, ke NTB. Nah ternyata, sesampainya di Jakarta, Dinda dijodohin sama orang tuanya. Padahal, Dinda udah bilang iya atas lamaran Zora di Bali. Tapi Dinda nggak bisa mengelak, orang tuanya ngotot banget buat jodohin Dinda sama pria bernama Gary, anak teman orang tuanya.

Hasilnya, Gary dan Dinda merried. Zora sakit hati banget pastinya, ketika tahu cintanya diambil orang dengan paksa begitu. Apalagi ketika Zora tahu siapa Gary sesungguhnya.

Karena suntuk, Zora balik lagi ke Bali buat apa ya? istilahnya kabur kali ya, dari sakit hati itu. Zora dan Dinda pun udah kayak lost contact. Dinda dengan kehidupannya sendiri. Begitu pula dengan Zora. Hingga pada suatu masa, waktu mempertemukan mereka. Ciee… Ya, jodoh enggak akan kemana. Tetapi, ending-nya sedih bro and bray

Mau tahu kenapa Dinda nggak bisa nolak perjodohan itu? Kenapa sih orang tuanya Dinda ngotot banget jodohin Dinda sama Gary? Apa iya cuma perihal kasta yang berbeda? Oh ya, terus Gary emang siapa sesungguhnya? Lalu, kok bisa Dinda sama Zora ketemu lagi? Nah kok justru sad ending? Mau tahu, beli dan baca novelnya! Haha?

Baiknya dari novel ini, kesannya itu menyorot kawasan-kawasan yang ada di Indonesia. Terutama Bali. Lumayan memuaskan dalam hal ekplorasi tempat. Nambah pengetahuan juga.

“Seperti biasa, Kuta, Legian hingga Seminyak tetap saja ramai oleh keriuhan turis dari berbagai negara. Banyak turis yang berjemur dan surfing di Pantai Kuta yang sudah sangat melegenda itu.” “Gili Meno adalah pulau yang tergolong sepi dari kunjungan para turis jika dibandingkan dengan kedua pulau lain yaitu…”“Pantai Sanur adalah salah satu pantai terkenal di selatan Bali….”“Dreamland atau New Kuta Beach atau penduduk asli biasa mengenal dengan nama Pantai Cemongkak, memang selalu menjadi sasaran turis-turis yang lebih mengutamakan privasi. Pantai ini tidak seramai Kuta.” 

Contoh kecilnya seperti di atas. Masih lebih banyak lho.

Selain itu, novel ini juga cenderung manis. Namanya juga romance kan ya (?)

“Kamu cantik banget hari ini, sama cantiknya dengan suasana sore ini. Senja saat ini. Senja milik kita berdua. Kamu tahu, aku suka sekali dengan sunset. Setiap kali aku melihatnya, aku selalu merasa nyaman. Sama seperti kamu, kamu itu meneduhkan. Selalu buat aku nyaman. Dan buat aku, kamu lebih dari sunset itu.”.“…Aku ingin setiap sunset datang, itu berarti kamu. Dan, hanya dengan kamu aku ingin melihat matahari terbenam lagi.” .“Kamu tahu, kamu sungguh merebut hatiku. Kondisi kamu yang sekarang tidak akan mengubah apapun. Kamu tetap wanita tercantik bagiku. Sayangku ke kamu bukan karena kondisi tapi karena aku yang telah memutuskan untuk terus menyayangi kamu.” 

“Enggak Dinda. Aku serius. Aku baru sadar sekarang, sunset yang selama ini aku kagumi, ternyata udah ada di depan mataku sendiri. Kamu itu lebih indah dari sunset, Dinda…” 

 

Itu yang dikatakan Zora kepada Dinda. Alay dan bikin geli sih, tapi manis.

Dinda itu tidak menolak perjodohan karena orang tuanya banyak mempunyai utang kepada ayahnya Gary, dan ternyata juga nih bro and bray Gary itu suka mainin perasaan para wanita, dan dia sering bepergian ke diskotik.

Ending dari cerita ini adalah disaat Dinda dan Zora telah menikah ia pun dikaruniai satu anak perempuan yang bernama Ivena, berusia kurang lebih tiga tahun.

Saat itu Zora meninggalkan surat untuk istrinya Dinda karena ia tau akan mati ditelan ombak laut. Yang berisikan ” Sayangku, hapuslah air matamu. Jangan bersedih lagi. Tunggulah aku di pinggir panti pada saat matahari akan terbenam. Dan, kita akan menari dalam dekapannya. Dala. gulungan ombak kita akan menari. Dan dalam gulungan ombak juga aku akan pergi. Tapi cintaku akan tetap bersinar bagimu ketika esok datang, kala sang mentari terbit di bumi Timur. Untuk wanita yang paling aku sayangi di muka bumi ini… MY FOREVER SUNSET! 

END

Leave a Reply