Menganalisis Puisi Buku Antalogi Puisi

Cinta dan Waktu
Karya Defi Maylani

Ketika ia terdampar di pulau sunyi

Tak ada yang ingin menolongnya

Kekayaan yang lewat dengan kapal megah

Tak menyahut ketika dipanggilnya

                Kecantikan yang lewat dengan wajah anggunnya

                                Tak menengok ketika dihimbaunya

                Bahkan kekuasaan yang lewat dengan sombongnya

Marah ketika ia meronta-ronta

Jalani saja dan tunggulah

Akan ada malaikat yang akan membawa ia terbang

Untuk melupakan kesedihan yang lengket di batin diri

Hanya waktulah yang tahu

Apa arti cinta yang sebenarnya

Makna puisi

Pada bait pertama, penulis menceritakan tentang seseorang yang berada di tempat yang sunyi dan hidup dengan kesendirian lalu ada orang orang kaya yang singgah tetapi tidak menghiraukan ketika orang itu membutuhkannya
Pada bait kedua, penulis menceritakan tentang orang-orang cantik yang berwajah anggun,juga tidak meliriknya bila ia sedang membutuhkannya.Dan kekuasaan yang menghampirinya juga tak mau menolongnya.
Pada bait ketiga,berisikan kalimat yang mengajarkan tentang kesabaran yang harus dijalani orang tersebut .Karena akan ada sebuah keajaiban yang datang untuk melupakan semua kesedihan yang ada pada dirinya.Hanya waktu yang bisa menjawab,arti cinta yang sebenarnya.

Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik dalam puisi

A.Unsur Instrinsik

·         Tema : gagasan pokok yang mendasari suatu puisi.Tema dari puisi diatas adalah kesabaran.

·         Imaji : gambaran yang dapat ditimbulkan ketika seorang baca puisi.Gambaran yang dimaksud ini bisa menyentuh pendengar atau pembaca melalui indra manusia tujuannya agar pendengar atau pembaca bisa memahami makna puisi tersebut.Pada puisi diatas penulis menggambarkan tentang kesabaran seseorang dalam menunggu sebuah cinta

·         Perasaan : sikap atau pemikiran penyair yang mampu menciptakan suasana terhadap pendengar atau pembaca puisi.Suasana yang ditimbulkan bermacam-macam.Ada sedih,semangat,terharu dan lain-lain.Suasana  yang ada puisi diatas menggambarkan kesedihan seorang penyair.

·         Tipografi : Ukiran bentuk puisi yaitu tatanan larik,bait,kalimat,frase,kata dan bunyi untuk menghasilkan suatu bentuk fisik yang mampu mendukung isi,rasa,dan suasana.

·         Diksi : Pemilihan kata-kata dengan cermat,teliti,dan setepat mungkin oleh penyair.Pada puisi diatas,kata-kata yang dipilih penulis tepat berdasarkan tema diatas.

·         Kata konkret : Penggunaan kata-kata yang tepat (diksi yang baik) atau makna denotasi oleh penyair

·         Gaya bahasa : Bahasa kias yang menimbulkan makna konotasi tertentu

 

B.Unsur Ekstrinsik 

·         Unsur Biografi : Yaitu riwayar hidup penulis

·         Unsur nilai dalam cerita : seperti ekonomi,politik,sosial,adat istiadat,budaya dan lain lain.

·         Unsur kemasyarakatan : Situasi sosial ketika puisi itu dibuat

 

Leave a Reply