Menganalisis puisi oleh Calsha Satya Nanda kelas X MIPA 7

Zikir

Karya Taufik Ismail

 

Tuhan, beri akun langkah

agar dapat kukejar bayangMu

yang meminta semesta

 

Tuhan, beri aku kenyang

sepiring nasi dan ikan kering

penawar kegelisahan sukma di kubangan hidup

 

Tuhan, beri aku tidur

dan mimpi mencium kesederhanaanmu

 

Makna Puisi

1. Pada bait pertama, penulis meminta untuk diberikan kesempatan dan semangat untuk bertemu dan dengan tuhan yang menciptakannya dan semesta ini.

2. Pada bait kedua, penulis meminta diberikan kenikmatan agar dapat menghilangkan kegelisahan untuk  hidup di dunia

3. Pada bait ke tiga, penulis meminta diberikan kenyamanan agar dapat bersama sang penciptanya

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

1. Unsur Intrinsik

A. Tema, yaitu ide, pokok pikiran, gagasan atau hal yang hendak dikemukakan oleh penulis baik secara tersirat atau tersurat. Puisi diatas bertemakan religi.  Yaitu mengenai seorang manusia yang meminta kepada sang penciptanya.

B.  Amanat, yaitu pesan yang mendorong penyair untuk menulis. Amanat puisi diatas yaitu jika kita menginginkan sesuatu, minta lah kepada sang pencipta kita. Ingatlah dia dimana pun dan dalam keadaan apapun. Karena hanya kepada dialah kita akan kembali.

C.  Perasaan, yaitu sikap pengarang terhadap tema dalam puisinya. Pada puisi ini terdapat perasaan haru dan menenangkan yang diangkat oleh penulis.

D.  Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Misalnya rendah hati, nenggurui, mengingatkan, mengajak, dll.

E. Tipografi, disebut juga ukiran bentuk puisi. Yaitu tatanan larik, bait, kalimat, frase, kata, dan bunyi untuk menghasilkan suatu bentuk fisik yang mampu mendukung isi, rasa, dan suasana.

F. Citraan (pengimajian), yaitu gambar-gambar dalam pikiran, atau gambaran angan si penyair. Setiap gambar pikiran disebut citra/imaji (image). Gambaran pikiran ini adalah sebuah efek dalam pikiran yang sangat menyerupai gambaran yang dihasilkan oleh penangkapan kita terhadap sebuah objek yang dapat dilihat oleh mata. Pada puisi diatas, penulis menggambarkan ketaatan seorang hamba kepada tuhannya..

G. Diksi, yaitu pemilihan kata-kata dengan cermat, teliti, dan setepat mungkin oleh penyair. Pada puisi diatas katackata yang dipilih penulis tepat berdasarkan tema yang diangkat.

H. Kata konkret (imajinasi), penggunaan kata-kata yang tepat atau bermakna denotasi oleh penyair. I. Gaya bahasa (majas), yaitu bahasa kiasan yang menimbulkan makna konotasi tertentu. Contohnya penawar kegelisahan sukma dikubangan hidup.

2. Unsur Ekstrinsik

A. Unsur biografi, yaitu latar belakang atau riwayat hidup penulis.

B. Unsur pertemanan, yaitu situasi saat puisi itu dibuat. Pada puisi diatas terdapat situasi dunia saat ini yang tidak mengingat tuhannya..

Leave a Reply