Menganalisis Puisi Yang Ada di Buku Sunyi

Harapku

Karya Yogie Apriadi

 

Dengar ini hanya untukmu

Harapan kusandangkan

Cita-cita kupertaruhkan

Tak ada

 

Tak mungki darimu

Bangkit melawan harus deru mendera

Kuasai diri optimismu,

Paculah laju kudamu

 

Lawan bebatuan terjal mengusik jalanan

Engkau harapan masa depan

Masa di tanganmu

Harapan di pundakmu

 

Makna puisi di atas menurut saya

 

Dengar generasi muda ini hanya untuk kalian

Aku sangat berharap akan bngsa ini kepada kalian

Cita-cita bangsa ini kuserahkan pada kalian

Kalian harus bangkit dari kelalaian yang selalu menjadi permasalahan bagi generasi muda

Tanamkan sikap percaya diri

Jangan hanya diam saja, berusahalah untuk menjadi yang terbaik demi bangsa ini

Lawan segala hal yang mungkin akan menjerumuskan kalian ke jurang kegagalan

Karena kalianlah yang akan menentukan nasib bangsa ini nantinya

Karena kalianlah yang akan bertanggung jawab akan bangsa ini nantinya

 

Jadi bisa disimpulkan bahwa dalam puisi tersebut berisi pengharapan dari sesorang kepada generasi muda agar mereka bisa mewujudkan cita-cita bangsa karena generasi mudalah yang akan menentukan nasib negara ini nantinya.

 

Menganalisis unsur intrisik puisi diatas

a. Unsur tema

Ide yang menjadi dasar pada puisis di atas adalah Generasi Muda. Dikarenakan pada puisi tersebut terdapat kutipan kalimat “Cita-cita kupertaruhkan” didukung dengan kutipan kaliamt “Engkau harapan masa depan”. Dari kedua kalimat tersebut dapat disimpimpulkan bahwa generasi muda sangat diharapkan untuk mencapai cita-cita bangsa.

b. Unsur suasana atau latar

Unsur suasana pada puisi di atas adalah terharu. Karena pada puisi tersebut ada beberapa kalimat yang berisi pengharapan yang sangat besar, contoh kutipan kalimatnya “Dengar, ini hanya untukmu” di dukung dengan kutipan kalimat ” Engkau harapan masa depan”

c. Unsur imaji

Ketika membaca puisi di atas saya bisa menemukan gambaran yang dimaksud oleh si pengarannya seperti yang sudah saya tulis di atas.

d. Unsur simbol atau lambang

Pada puisi di atas ada bebrapa kaliamat yang merupakan suatu simbol atau lambang, diantaranya :

1. Bangkit melawan harus deru mendera

2. Paculah laju kudamu

3. Lawan bebatuan terjal mengusik jalanan

e. Unsur musikalitas puisi

Pada puisi di atas, sebaiknya kita membacanya dengan nada terharu karena di dalam puisi tersebut ada beberapa kalimat yang harus dengan nada terharu jika membacanya. Di samping itu juga ada beberapa kalimat yang jika membacanya kita harus dengan nada yang bersemangat karena ada juga kalimat- kalimat yang memotivasi pada puisi tersebut.

Contoh kalimat yang terharu

1. Harapan kusandangkan

2. Cita-cita kupertaruhkan

3. Engkau harapan masa depan

Contoh kalimat yang memotivasi

1. Bangkiuty melawan harus deru mendera

2. Paculan laju kudamu

3. Lawan bebatuan terjal mengusik jalanan

f. Unsur gaya bahasa

Pada npuisi di atas gaya bahasa yang digunakan cukup menariuk karena menggunakan  unsur simbol atau lambang yang menarik, diantaranya:

1. Bangkit melawan harus deru mendera

2. Paculah laju kudamu

3. Lawan bebatuan terjal mengusik jalanan

g. Amanat

Amanat yang terkandung pada puisi di atas menurut saya adalah generadi muda harus bangkita dari permasalahan dan harus memenuhi cita-cita bangsa karena masa depan bangsa ada pada genggamannya.

 

Menganalisis unsur ektrisik puisi

a. Unsur biografi

Mungkin saya puisi “Harapku” ini merupakan  curahan dari si penulis yang di mana pada saat ini Indonesia tengah banyak mengalami masalah-masalah baik itu korupsi ataupun narkoba. Jadi mungkin saja penulis ingin memotivasi generasi muda agar bangkit dari kelalaian dan harus mewujudkan cita-cita bangsa.

b. Unsur nilai

Unsur nilai yang terdapat pada puisi di atas adalah nilai sosial dikarenakan ini menyangkut dengan sikap sosial generasi muda yang diberi tanggung jawab untuk mewujudkan cita-cita bangsa, seperti pada kutipan kaliamat ” Cita-cita kupertaruhkan”

c. Unsur kemasyarakatan

Pada puisi di atas terdapat banyak sekali pengharapan dan semangat yang diberikan kepada generasi muda, seperti pada kutipan “Harapan kusandangkan” dan kutipan kaliamat ” Lawan bebatuan terjal mengusik jalanan”. Jadi mungkin saja puisi tersebut dibuat mengingat kondisi bangsa Indonesia kini yang tengah darurat, baik itu darurat narkoba ataupun darurat korupsi.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply