Menganalisis Struktur Dan Ciri Kebahasaan Teks Eksposisi Dari Kelompok 3 X MIPA 7

Menganalisis Struktur dan Ciri Kebahasaan Teks Eksposisi

 

Nama Kelompok III :  1. Iney Pive Frisky

                                    2. Hanif Al Fattah

                                    3. Hari Oktapiendi

                                    4. Maya Patricia Chandra

                                    5. Nia Yulianti

                                    6. Suci Saktia Nanda

 

 

Kenapa Menabung Itu Penting?

 

      Tesis

 

Menabung memiliki banyak manfaat. Banyak orang yang tidak bisa menabung karena tidak pernah mulai belajar menabung. Mungkin banyak yang bingung mengapa waktu kecil banyak orang yang mengajarkan dan menyarankan utnuk menabung. Karena itu kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang manfaat menabung.

      Argumentasi

 

1.      Lebih Hemat

 

Dengan belajar menabung kita belajar juga untuk menjadi orang yang lebih hemat. Karena dengan menabung kita tentu harus menyisihkan uang kita sehingga uang yang digunakan untuk jajan, makan dll sedikit berkurang. Dan tentunya sisa uangnya kita tabung utuk masa depan.

2.      Ada Uang Disaat Penting

Masa depan siapa yang tahu? Kapan kita benar benar butuh uang siapa yang tahu?  Oleh karena itu menabung sebagai salah satu cara mengantisipasi keadaan dimana kita benar benar butuh uang untuk keperluan yang sangat mendesak

3.      Menghindarkan Diri Dari Hutang

Hutang yang sangat berbahaya dapat kita hindarkan dengan menabung. Dengan menabung disaat kita butuh uang untuk keperluan yang penting kita tidak usah menghutang. Dengan menghutang kita juga akan dikenakan bunga dan tentunya dirugikan oleh bunga sebaiknya kita menggunakan uang tabungan jika benar benar mendesak

4.      Melatih Disiplin

Untuk sukses dalam menabung dibutuhkan disiplin tinggi untuk tetap menabung. Selain itu dibutuhkan tanggung jawab dan juga konsistensi yang tinggi. Tidak sedikit yang menyerah dalam menabung lalu memakai semua uangnya bukan untuk keperluan yang benar benar mendesak tapi karena bosan dan malas untuk terus menabung.

5.      Belajar Mengatur Keuangan

Dengan menabnung tentu kita harus bisa mengatur keuangan kita. Menabung kalau tidak disertai menejemen keuangan yang baik tentu tidak akan berjalan dengan baik. Kalau saja kita belajar menabung tentu kita juga belajar bagaimana mengatur keuangan kita yang sangat berguna untuk kehidupan kelak.

6.      Melatih Hidup Sederhana

Tentunya dengan belajar menabung anda tidak akan boros. karena uang yang digunakan untuk hal yang tidak penting akan anda tabung. Dengan menabung kita belajar bagaimana hidup sederhana dengan cara membeli barang barang yang kita butuhkan saja bukan malah menghamburkan uang dengan percuma.

7.      Belajar Sabar

Menabung tentu punya tujuan tertentu. Jika anda sudah punya tujuan tentu akan lebih bersemangat menabung. Tapi tentunya butuh waktu yang cukup lama untuk sampai kesana oleh karena itu belajar menabung sama saja dengan belajar sabar. Kita juga akan mengerti apa makna dari “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”

            Cara untuk menabung pun juga banyak, seperti menabung di celengan dapat di lakukan jika kita hanya ingin menabung di rumah. Di Bank jika ingin tabungan lebih aman, menabung di bank juga bisa mendapat kartu ATM untuk mempermudah jikalau kita memerlukan uang tabungan. Menabung juga dapat dilakukan di tempat kita melakukan kegiatan, seperti menabung di sekolah.

           

*      Penegasan Ulang

 

Jadi, manfaat menabung sangatlah banyak, kita tinggal membiasakan diri saja untuk berhemat, membeli sesuatu menurut keperluan bukan keinginan, dan menyisihkan sebagian uang untuk di tabungkan. Walaupun mungkin di awal terasa berat, namun jika sudah merasakan manfaat nya kita pasti akan terbiasa untuk selalu menabung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi

Unsur Kebahasaan atau kaidah kebahasaan teks eksposisi adalah ciri kebahasaan yang digunakan dalam pembuatan teks eksposisi. Adapun kaidah kebhasaan teks eksposisi adalah sebagai berikut.

 

1. Pronomina

Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu pronomina persona dan pronomina nonpersona. 

  1. Pronomina Persona (kata ganti orang) yaitu Persona Tunggal. Contohnya seperti ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si-., dan Persona Jamak Contohnya seperti kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para.

Contoh pada teks :

·         Kata ganti orang pada teks eksposisi di atas adalah “kita”

 

  1. Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang) yaitu Pronomina Penunjuk contohnya seperti ini, itu, sini, situ, sana. dan pronomina penanya contohnya seperti apa, mana, siapa.

Contoh pada teks :

·         Selain itu dibutuhkan tanggung jawab dan juga konsistensi yang tinggi

·         Karena itu menabung sebagai salah satu cara mengantisipasi keadaan

 

 

2. Kata Leksikal (Nomina, Verba, Adjektiva, Adverbia)

A. Nomina (kata benda)

Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan, pembelian, kekuatan, dll.

           

            Contoh pada teks :

·         Cara untuk menabung pun juga banyak, seperti menabung di celengan

·         Menabung di bank juga bisa mendapat kartu ATM

·         Menyisihkan sebagian uang untuk di tabungkan.

 

B. Verba (kata kerja)

Merupakan kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat biasanya  berfungsi sebagai predikat. Verba dilihat dari bentuknya dibedakan menjadi dua yaitu :

Verba dasar merupakan verba yang belum mengalami proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, komposisi). Contohnya mandi, pergi, ada, tiba, turun, jatuh, tinggal, tiba, dll.

Verba turunan merupakan verba yang telah mengalami perubahan bentuk dasar karena proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, komposisi). Contohnya melebur, mendarat, berlayar, berjuang, memukul-mukul, makan-makan, cuci muka, mempertanggungjawabkan, dll.

           

            Contoh pada teks :

·         Menabung memiliki banyak manfaat.

·         Dengan belajar menabung

·         Menyisihkan sebagian uang untuk di tabungkan.

·         Mengajarkan dan menyarankan utnuk menabung.

 

C. Adjektiva (kata sifat)

Merupakan kata yang yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Contohnya cantik, gagah, indah, menawan, berlebihan, lunak, lebar, luas, negatif, positif, jernih, dingin, jelek, dan lain-lain.

 

Contoh pada teks :

·         Menjadi orang yang lebih hemat

·         Untuk sukses dalam menabung dibutuhkan disiplin tinggi

·         Malas untuk terus menabung.

·         Tentunya dengan belajar menabung anda tidak akan boros

·         Belajar menabung sama saja dengan belajar sabar

 

D. Adverbia (kata keterangan)

Merupakan kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara, dan lain-lain. Contohnya di-, dari-, ke-, sini, sana, mana, saat, ketika, mula-mula, dengan, memakai, berdiskusi, dan lain-lain.

 

Contoh pada teks :

·         Jika kita hanya ingin menabung di rumah

·         Di Bank jika ingin tabungan lebih aman,

 

3.Konjungsi

Konjungsi dapat digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Suatu jenis konjungsi dapat digunakan dengan menggabungkannya dengan konjungsi yang sejenis dalam suatu kalimat yang saling berkorelasi sehingga membentuk koherensi antarkalimat. Dapat pula mengombinasikan beberapa jenis konjungsi dalam suatu teks sehingga tercipta keharmonisan makna maupun struktur.

 

Adapun berikut adalah beberapa jenis konjungsi dan contohnya yang biasa kita temukan didalam sebuah teks eksposisi.

 

  1. Konjungsi waktu : sesudah, setelah, sebelum, lalu, kemudian, setelah itu.
  2. Konjungsi gabungan : dan, serta, dengan.
  3. Konjungsi pembatasan : kecuali, selain, asal.
  4. Konjungsi tujuan : agar, supaya, untuk.
  5. Konjungsi persyaratan : kalau, jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabila.
  6. Konjungsi perincian : yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni.
  7. Konjungsi sebab akibat : karena, sehingga, sebab, akibat, akibatnya.
  8. Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi, namun, melainkan, sedangkan.
  9. Konjungsi pilihan : atau.
  10. Konjungsi penegasan/penguatan : bahkan, apalagi, hanya, lagi pula, itu pun.
  11. Konjungsi penjelasan : bahwa.
  12. Konjungsi perbandingan : bagai, seperti, ibarat, serupa.
  13. Konjungsi penyimpulan : oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian.

Contoh pada teks :

·         Mengajarkan dan menyarankan untuk menabung. (konjungsi gabungan)

·         Dan tentunya sisa uangnya kita tabung utuk masa depan. (konjungsi gabungan)

·         Seperti menabung di celengan.(konjungsi perbandingan)

·         Namun jika sudah merasakan manfaat nya kita pasti akan terbiasa untuk selalu menabung. (konjungsi pertentangan)

·         Jika anda sudah punya tujuan. (konjungsi persyaratan)

Leave a Reply