Menganalisis teks anekdot

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

TUGAS KELOMPOK 6

Anggota:

Sony yuhelmi

                Nugrah oktrisya alfiani

    Resti wahdaini

        Viona ramadhani

 Mia anjelina

 

 

2 buah teks anekdot beserta struktur dan analisisnya

                                      Tukang Roti

Suatu hari ada tukang roti lewat, terus teman gue congli manggil, lalu tukang roti itu pun nyamperin kami yang lagi duduk-duduk santai di taman depan rumah. 

Congli : “Roti apa aja yang ada, bang?”
Tukang Roti : “Macam-macam, dek.”
Congli : “Yang ini roti rasa apa bang?”
Tukang Roti : “Yang ini nanas.”
Congli : “Kalo yang ini?”
Tukang Roti : “Ini mah kelapa dek.”
Congli : “Kalo yang ini roti rasa apa bang?”
Tukang Roti : “Kalo yang ini rasa srikaya dek.”
Congli : “Terus, rotinya yang mana bang? Dari tadi kok sebutin buah-buahan melulu, emangnyaabang jual buah apa roti? Kalo kayak gini gue gak jadi beli deh.
Tukang Roti : “Seketika itu tukang roti pun mendadak pingsan.

 

 

 

 

 

Bagian-bagian struktur dari teks diatas (Tukang Roti) adalah :

  1. Abstraksi : Suatu hari ada tukang roti lewat
  2. Orientasi : Temen gue congli manggil
  3. Krisis : Terus rotinya mana bang? Dari tadi kok sebutin buah-buahan melulu, emangnya abang jual buah apa roti? Kalo kayak gini gue gak jadi beli deh.
  4. Reaksi : Tukang roti pun pingsan
  5. Koda : Seketika itu tukang roti pun mendadak pingsan

 

 

Analisis teks anekdot berdasarkan cirri khas anekdot tersebut:

1.      Teks anekdot “ Tukang Roti” jelas terilhami dari peristiwa yang terjadi,yaitu  Congli yang ingin membeli roti. Provokasi kelakar dimunculkan dengan menggambarkan kenaifan atau keluguan dari tukang roti.

2.      Tokoh yang ditampilkan dalam teks “Tukang Roti “ cukup berhasil.

3.      Tujuan menghibur dalam teks anekdot “Tukang Roti” cukup berhasil.

Provokasi kelakar yang diwakili tokoh Cangli yang ingin membeli roti dengan memperlihatkan kebenaran umum bahwa masih ada di sekeliling kita manusia yang berprilaku dan bersifat lugu.

4.      Teks anekdot “Tukang Roti” terlahir dari kepekaan penulisan terhadap sifat alamiah manusia yang beragam. Dalam teks anekdot ini, penulisan menyindir keluguan tukang roti terlihat pada saat si tukang roti menjawab  pertanyaan dari pembeli.

5.      Anekdot dekat dengan tamsil atau perumpamaan. Dalam anekdot “Tukang Roti” tokoh yang diceritakan yaitu seorang tukang roti yang merupakan tamsil bagi pembeli.

 

 

 

 

 

 

 

Kesetrika

 

Suati hari yang panas, datanglah seorang pria ke rumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar. 

Dokter : “Kenapa telinga Anda pak?”
Pasien : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika pakaian saya, nah pada saat saya sedang menyetrika, tiba-tiba telepon berdering, karena reflek, seketika itu setrika yang saya pegang saya tempelkan ke telinga kiri saya dok.”
Dokter : “Oh begitu, saya paham keluhan Anda, terus telinga yang kanan kenapa?”
Pasien : “Nah itu dok, si bego itu nelpon lagi.”


Bagian-bagian struktur dari teks diatas (Kesetrika) adalah : 

  1. Abstraksi : Suatu hari yang panas
  2. Orientasi : Datanglah seorang pria ke rumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar
  3. Krisis : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika pakaian saya, nah pada saat saya sedang       menyetrika, tiba-tiba telepon berdering, karena reflek, seketika itu setrika yang saya pegang saya tempelkan ke telinga kiri saya dok.”
  4. Reaksi : “Oh begitu, saya paham keluhan Anda, terus telinga yang kanan kenapa?”
  5. Koda : “Nah itu dok, si bego itu nelpon lagi.”

 

    Analisis teks anekdot berdasarkan ciri khas anekdot tersebut:

1.      Teks anekdot “Kesetrika” jelas terilhami dari kejadian nyata yaitu seorang pria yang dating kerumah sakit.

Provokasi kelakar dimunculkan dengan menggambarkan kebodohan seorang pria.

2.      Tokoh yang ditampilkan dalam teks anekdot tersebut hanya fiktif dan tidak terkenal.

3.      Tujuan menghibur dalam teks anekdot “Kesetrika” cukup berhasil.

Provokasi kelakar yang diwakili tokoh seorang pria bodoh yang dengan refleknya dia menempelkan setrika ke telinga sebelah kirinya karna dia mendengar ada yang menelvon.

4.      Teks anekdot “Kesetrika” terlakhir dari kepekaan penulisan terhadap sifat alamiah manusia yang beragam. Dalam teks anekdot ini, penulis menyidir kebodohan seorang pria yang menganggap setrika yang ia pegang adalah handphone yang berbunyi lalu menempelkan ke telinganya.

5.      Anekdot dekat dengan tamsil atau perumpamaan. Dalam anekdot “Kesetrika” tokoh yang diceritakan yaitu seorang pria bodoh yang merupakan tamsil bagi orang pada umumnya. Pemilihan tempat yang dikunjungi oleh pria tersebut adalah rumah sakit.

 

 

 

 

 

Leave a Reply