Resensi Novel “Bulan” karya Andrea Hirata

1. Data Buku

Judul: Bulan

Pengarang: Tere Liye

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Maret 2015

Tebal: 399 hlm

Genre: Fantasy 

 

2. Unsur Instriksi

A.tokoh

⚪Raib

⚪Seli

⚪Ali

⚪Miss Selena

⚪Ily

⚪Hana

⚪Av

⚪Fala-tara-tana IV

⚪Mena-tara-nata II

 

B. Watak Tokoh

 

⚪Raib : Gadis berusia 15 tahun, sangat baik hati dan bijak. Raib bisa mengeluarkan pukulan keras berdentum dan mengeluarkan salju, menghilang, menyerap cahaya di sekitarnya, berbicara dengan alam,dan dapat bicara dengan bahasa Klan Bumi dan Klan Bulan.

 

⚪Seli: Gadis berusia 15 tahun. Teman karib Raib. Seli gadis yang Penakut, pesimis, tetapi dia sangat penyayang. Kekuatan yang dapat dikeluarkan Seli yaitu: petir, telekinetik, menghasilkan cahaya, dapat berbicara dengan bahasa Klan Bumi dan Klan Matahari.

 

⚪Ali: Anak lelaki berusia 15 tahun. Jenius, nekat, ingin tahu, pemalas. Jika Ali sedang marah dia akan berubah menjadi beruang raksasa, Ali hanya bisa bicara dengan bahasa Klan Bumi. Namun bisa menguasai bahasa Klan Bulan dengan cepat.

 

⚪Ily: Anak lelaki berusia 17 tahun dari Klan Bulan. Ksatria dari akademi Klan Bulan. Pintar, ulet, ketahanan tinggi, strategi berperang baik. Kekuatan Ily mahir dalam menggunakan senjata.

 

⚪Fala-tara-tana IV: Ketua Konsil Klan Matahari. Fala-tara-tana IV adalh orang yang sangat Jahat. Kekuatan yang dapat dikeluarkan yaitu: petir yang sangat besar, & telekinetik.

 

⚪Miss Keriting/ miss Selena

Dia adalah guru matematika Raib di sekolah. Miss Selena digambarkan sebagai guru yang tegas dan tidak menolerir siswa/i yang melanggar peraturan. Akan tetapi, di kemudian hari terbongkar bahwa Miss Selena adalah anggota dari Klan Bulan yang hidup di tanah. Miss Selenalah yang menyatukan Raib dan temannya.

⚪Av

Av adalah kakek yang berasal dari klan bulan yang tidak bisa bertarung, Av hanya bisa mengobati, memberikan rasa aman, dan bertahan 

 

C. Alur

 

 Alur novel bulan bisa dikatakan alur campuran. Sebab tidak jarang dilakukan flashback. Sering sekali dilakukan flashback mengenai kehidupan Raib, Seli, dan Ali ketika waktu dulu, alur Flashback ini membuat kita mengerti tentang kenapa kejadian yang selanjutnya bisa terjadi. Karena masa lalu mereka itulah yang akhirnya menjelaskan banyak hal.

 

D. Tema

 Novel Bulan ini bertemakan dunia paralel, atau dunia lain di bumi. Tapi tidak hanya itu, novel ini juga bertemakan kesetiakawanan serta kasih sayang.

 

E. Sudut pandang 

 Sudut pandang yang digunakan dalam kisah ini adalah sudut pandang orang pertama ‘Aku’ yang merupakan tokoh pelaku utama

3. Unsur Ekstretik

Tere Liye merupakan nama pena seorang penulis berbahasa Indonesia. Dari beberapa informasi yang beredar di internet nama aslinya adalah Darwis. Ia bisa di anggap salah satu penulis yang telah banyak menelurkan karya-karya best seller. Saat ini ia telah menghasilkan banyak karya, bahkan beberapa di antaranya telah di angkat ke layar lebar.

Darwis lahir pada tanggal 21 Mei 1979 di pedalaman Sumatera Selatan. Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara yang berasal dari keluarga petani.

Pendidikan sekolah dasarnya ia lalui di SDN 2 Kikim Timur Sumasel, setelah lulus kemudian melanjutkan ke SMPN 2 Kikim Timur Sumsel lalu mengenyam pendidikan menengah atas di SMUN 9 Bandar Lampung. Terakhir ia kuliah di Fakultas Ekonomi UI.

Dari pernikahan Tere Liye dengan Ny.Riski Amelia di karunia seorang putra bernama  Abdullah Pasai dan seorang puteri bernama Faizah Azkia.

Saat menjadi penulis, Darwis menorehkan namanya dalam setiap karyanya namun dengan nama pena yang unik yakni Tere Liye. Tere Liye sendiri diambil dari bahasa India yang memiliki arti untukmu.

Karya Tere Liye biasanya mengetengahkan seputar pengetahuan, moral dan Agama Islam. Penyampaiannya yang unik serta sederhana menjadi nilai tambah bagi tiap novelnya.

 

Karya Tere yang sudah diterbitkan:

⚪Hafalan Shalat Delisa (Penerbit Republika, 2005)

⚪Moga Bunda Disayang Allah (Penerbit Republika, 2005)

⚪Mimpi-Mimpi Si Patah Hati (Penerbit AddPrint, 2005)

⚪The Gogons Series: James & Incridible Incodents (Gramedia Pustaka Umum, 2006)

⚪Cintaku Antara Jakarta dan Kuala Lumpur (Penerbit AddPrint, 2006)

⚪Rembulan Tenggelam di Wajahmu (Grafindo 2006 & Republika 2009)

⚪Sang Penandai (Penerbit Serambi, 2007)

⚪Bidadari-Bidadari Surga (Penerbit Republika, 2008)

⚪Senja Bersama Rosie (Penerbit Grafindo, 2008)

⚪Burlian (Penerbit Republika, 2009)

⚪Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (Gramedia Pustaka Umum, 2010)

⚪Pukat (Penerbit Republika, 2010)

Eliana,Serial Anak-Anak Mamak, (Republika, 2011)

⚪Ayahku (Bukan) Pembohong, (Gramedia Pustaka Utama, 2011)

Sepotong Hati Yang Baru, (Penerbit Mahaka, 2012)

⚪Negeri Para Bedebah, (Gramedia Pustaka Utama, 2012)

⚪Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, (Gramedia Pustaka Utama, 2012)

⚪Berjuta Rasanya (Penerbit Mahaka, 2012)

⚪Negeri Di Ujung Tanduk, (Gramedia Pustaka Utama, 2013)

⚪Amelia,Serial Anak-Anak Mamak 1, (Republika, 2013)

⚪Bumi, (Gramedia Pustaka Utama, 2014)

⚪Bulan, (Gramedia Pustaka Utama, 2015

⚪Matahari, (Gramedia Pustaka

Utama, 2016)

 

4. Isi Novel

Pada novel Bulan, diceritakan Ali, Seli, dan Raib diajak Miss Selena dan Av untuk melakukan diplomasi dengan Klan Matahari.

 

 Tujuan mereka adalah membuka portal yang sudah ribuan tahun ditutup. Mereka mewaspadai kehadiran Tamus dan Pasukan Tampa Bayangan yang berusaha untuk keluar dari penjara kegelapan. Dibantu dengan Buku Kehidupan yang dimiliki Raib, ketiga pemuda dari Klan Bumi ditemani Miss Selena, Av, dan Ily (pemuda dari Klan Bulan). Mereka mempunyai kelebihan masing-masing. Ali bisa menjadi Beruang Raksasa jika marah. Seli bisa menggerakkan benda dari jarak jauh, juga bisa mengeluarkan petir dari tangannya. Ily (pemuda Klan Bulan) yang sudah mahir dalam hal pertempuran, dan Raib sendiri bisa menghilang dan mempunyai pukulan bertabur Salju.

 

Petualangan anak-anak muda ini menjadi berubah saat sudah sampai di Klan Matahari. Kedatangan mereka bertepatan dengan Festival Bunga Matahari. Festival yang sudah beribu-ribu tahun dilakukan dengan tujuan mencari letak bunga Matahari pertama mekar. Festival ini diikuti sepuluh kontingen. Kontingen ke sepuluh adalah Raib dan teman-temannya. Menggunakan tunggangan Harimau Salju, mereka mengikuti Festival tersebut.

 

Mereka menuju Utara untuk mencari kode sandi pertama. Bercahaya di tengah malam, dan jangan terjadi. Seperti sebuah siklus alam. Kode-kode tersebut dapat ditemukan oleh Raib dan temannya dengan beberapa bantuan. Kode pertama terdapat pada keliauan cahaya yang dihasilkan oleh Fosfor di air terjun. Kemudian cahanya kedua didapatkan dari kode yang diantar oleh ribuan ikan yang bermigrasi di sebuah danau. Kode selanjutnya ada pada ribuan Jamur yang bermekaran setiap periode, pada akhirnya kode kelima (yang terakhir) adalah cahaya dari Lebah yang tiap enam tahun sekali berkelipan layaknya ribuan lampu.

 

Banyak aral yang membuat petualangan mereka menjadi lebih menarik. Tantangan pertama, mereka harus menerobos lebatnya hutan Perdu, dilanjutkan dengan serangan kawana Gorila yang marah. Tidak itu saja, mereka juga harus bisa melarikan diri dari ribuan Burung yang melempari dengan buah kecil namun berisi asap racun saat meletup. Halangan lainnya adalah mengalahkan Gurita raksasa saat mencari kode kedua, juga serangan licik dari kontingen lain yang membuka tutup waduk sehingga menghasilkan air bah. Tidak dilupakan juga terjebak di tengah-tengah Jamur Raksasa yang berkilauan, jika bersentuhan bisa menghasilkan racun. Ada juga kejaran Tikus raksasa saat melewati lorong melintasi benteng.

 

Raib dan teman-temannya tidak sadar kalau sedang diperdaya Konsil Klan Matahari. Ketika Raib sampai di tempat mekarnya Bunga Matahari, Konsil Klan Matahari memaksa untuk memetik bungan tersebut. Dengan begitu, Klan Matahari berhak meminta sebuah permintaan. Dia ingin bersekutu dengan Tamus untuk menguasai Klan Bumi dan Matahari. Sementara Tamus ingin Klan Bulan dan Klan Bintang. Pertemuran hebat antara Konsil Klan Matahari melawan Raib, Seli, Ali, Ily, Miss Selena, Av, dibantu beberapa Konsil dari Matahari dan juga salah satu Kontingen yang kaptennya dibunuh Konsil Klan Matahari.

 

Beberapa kutipan dari novel ini antara lain;

 

“Pergilah ke Utara… Temukan Seruling tak berkesudahan… Singkap di belakangnya… Petunjuk paling awal akan muncul – Kalimat Sandi pertama hal 90.”

 

“Kamu tidak membutuhkan kekuatan besar, atau senjata-senjata terbaik untuk menemukan bunga Matahari pertama yang mekar. Kamu cukup memiliki keberanian, kehormatan, ketulusan, dan yang laing penting mendengarkan alam liar tersebut. Dengarkanlah mereka. Hewan-hewan berlari di atas tanah, burung-burung terbang. Suara dedaunan, kepelap dahan. Dengarkan mereka, maka mereka akan menuntunmu dengan baik – hal 147-148”.

 

5.Komentar

Novel ini memaparkan sebuah persahabatan, arti ketulusan, kemanusiaan, rendah diri, dan tidak angkuh. Mengajarkan tentang bahasa alam dengan mengenali siklus alam. Mengenal lebih dekat dengan seluruh mahluk hidup di setiap tempat. Menggerakkan kita untuk tetap membantu siapapun yang membutuhkan pertolong 

6. Amanat
Cukup banyak amanat yang disampaikan dalam novel ini, beberapa contohnya adalah :
 
1. Ada banyak sisi dalam setiap masalah, tidak semua yang kita lihat itu adalah yang sebenarnya terjadi. 2.Dalam situasi bagaimanapun, kita tidak boleh meninggalkan teman yang ‘benar-benar teman

Leave a Reply