Resensi Novel Rindu Karya Tere Liye

 

·         Data buku

·         Judul buku : Rindu

·         Penulis : Tere Liye

·         Jumlah halaman : 544 halaman

·         Gambar dan warna :

Hasil gambar untuk cover buku rindu karya tere liye

·        Penerbit : Republika

·         Alamat penerebit : Jl. Tamana Margasatwa No.12 Ragunan,Pasar Minggu,Jakarta 12550

·         Unsur intrinsik

·         Tokoh :


Ø  Daeng Andipati

Ø  Ibu Anna dan Elsa

Ø  Anna

Ø  Elsa

Ø  Gurutta Ahmad Karaeng

Ø  Ambo Uleng

Ø  Chef Lars

Ø  Kapten Phillips

Ø  Mbah Kakung

Ø  Mbah Putri

Ø  Bonda Upe

Ø  Enlai

Ø  Ruben

Ø  Dale

Ø  Sergeant Lucas

Ø  Meneer Houten

Ø  Bapak Soerjaningrat

Ø  Bapak Mangoenkoesoemo

·         Watak :

Ø  Daeng Andipati adalah pedagang yang kaya raya, pintar, sopan, dan baik

Ø  Ibu Anna dan Elsa adalah istri dari Daeng Andipati

Ø  Anna adalah anak bungsu Daeng Andipati. Dia anak yang menggemaskan, lucu, pintar , dan patuh

Ø  Elsa adalah anak sulung Daeng  Andipati. Dia anak yang cantik, pintar, baik, dan jahil

Ø  Gurutta Ahmad Karaeng adalah ulama yang mahsyur, baik, penyabar, lembut, rajin, dan penulis

Ø  Ambo Uleng adalah pelaut yang tangguh,baik, suka menolong, dan pendiam

Ø  Chef Lars adalah kepala koki di kapal   Blitar Holland.Dia orang yang naik, suka memberi, dan pemarah

Ø  Kapten Philllips adalah kapitein di kapal Blitar Holland. Dia orang yang ramah, bijaksana, baik, pekerja keras, cerdas, dan tekun

Ø  Mbah Kakung adalah penumpang yang paling tuadi kapal Blitar Holland

Ø  Mbah Putri adalah istri Mbah Kakung

Ø  Bonda Upe adalah guru mengaji anak-anak di kapal Blitar Holland, orangnya cantik, suka memberi,tertutup, dan pemalu

Ø  Enlai adalah suami  dari Bonda Upe

Ø  Ruben adalah teman sekabinnya Ambo Uleng, orangnya baik, ramah, dan sopan

Ø  Dale adalah  seorang tukang cukur

Ø  Sergeant Lucas adalah serdadu Belanda, orangnya jahat, pemarah, dan kasar

Ø  Meneer Houten adalah pejabat tinggi pelabuhan yang baik

Ø  Bapak Soerjaningrat adalah guru yang mengajar berhitung dan bahasa Belanda di kapal Blitar Holland

Ø  Bapak Mangoenkoesoemo adalah guru  yang mengajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial di kapal Blitar Holland

·         Alur :

       Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur maju mundur. Dimana cerita ini dimulai dari rasa suka cita penumpang menyambut kedatangan kapal saat itu,kemudian kembali kepada masa lalu yang menjelaskan mengapa Bonda Upe sangat tertutup, Daeng Andipati yang sangat membenci ayahnya, Mbah Kakung Slamet tentang kematian cinta sejatinya , Ambo Uleng tentang kekasih hatinya, dan Gurutta Ahmad Karaeng yang menganggap dirinya sebagai orang yang paling munafik di kapal itu. Kemudian kembali maju dengan m enceritakan Bonda Upe yang sudah tidak tertutup lagi, Daeng Andipati yang sudah memaafkan ayahnya dan kembali merekatkan tali persaudaraan mereka yang telah renggang serta mengajak semua saudaranya memaafkan ayah mereka, Mbah kakung  Slamet yang telah menunaikan perjalanan cintanya dan meninggal di tempat yang sama, Ambo Uleng yang yang akhirnya berjodoh dengan gadis yang ia cintai, dan Gurutta yang tidak lagi melawan kemungkaran dengan lisan tapi  kini dengan perbuatannya yaitu memimpin di garis terdepan  melawan kezaliman dan kemungkaran.

·         Latar :

ð  Waktu :

°         Senja, Beberapa penumpang sengaja keluar dari kabin melihat matahari tenggelam (hal. 47)

°         Pagi, “Pagi,Om Kelasi.”Anna menyapa kelasi yang bertugas meja, gelas-gelas, dan cerek.(hal.74)

°         Malam, ”Selamat malam, Ambo.” Gurutta mendorong pintu kabin (hal. 399)

°         Siang, “Selamat siang, Ruben.”Gurutta menyapa (hal. 282)

ð  Tempat :

°         Masjid, “Gurutta Ahmad Karaeng, benarkah itu? Aku seperti tidak percaya apa yang aku lihat.”Daeng Andipati berseru sambil bergegas beranjak mendekat ke saf depan, setelah kelasi itu keluar dari masjid.

°         Kantin, “Tuan Andipati, maaf mengganggu sarapan. Kapten Phillips meminta Tuan ke kabin kerjanya (hal. 76)

°         Ruang kemudi, Kapten Phillips tidak bias meninggalkan ruang kemudi. Ia menerima Daeng Andipati di sana. (hal. 267)

°         Kabin kerja kapten Phillips, Tiga orang telah menunggu di dalam kabin kerja Kapten (hal. 429)

°         Ruang perawatan,  Ambo Uleng ada dipan sudut ruangan.Perawat mengangguk, memberikan izin kepada Gurutta (hal. 282)

°         Dek kapal, Di dek sebelah kiri seberang dek tempat mereka dullu melihat lumba-lumba, Ruben si Boatswain sedang berdiri menatap lautan. (hal.412)

ð  Suasana :

°         Bahagia, ‘Sugguh sebuah kebahagiaan bias satu kapal denngan Gurutta (hal. 54)

°         Sedih, ‘Mbah Kakung memeluk tubuh kaku istrinya .Mencium pipi, dahi, mata istrinya.Tak henti berbisik. Bangun Mbah, bangun Bojo-ku. Bangun ….. (hal. 429)

°         Takut, “PAPA!!!”Anna berteriak parau memanggil ayahnya.(hal.130)

°         Tegang, “Hentikan!Hei!”kali ini Chef Lars yang berdiri di depan Gurutta yang msih duduk. (hal.506)

°         Marah, Kapten Phillips menghembuskan napas kesal,”Lucas sialan itu benar-benar merusak perjalanan ini.”

ð  Tema :

°         Perjalanan yang  disertai pertanyaan

°         Cerita pilu di masa lalu

ð  Sudut pandang :

Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang campuran. Contoh pada teks : ”Aku yakin bukan karena kau, Lars.”Gurutta menggeleng,”namun terlepas soal itu, yang penting Ambo Uleng sudah ditemukan. Kondisinya terus membaik. Aku sempat dua kali siang tadi ke ruang perawatan. Tapi dia tertidur, jadi tidak bisa mengajaknya bicara.”

·         Unsur Ekstrinsik :

Tere Liye atau Darwis Tere Liye lahir pada tanggal 21 Mei 1979, ia adalah seorang penulis novel yang setiap karyanya mampu menarik perhatian pembaca. Tere Liye dibesarkan dari  keluarga yang sederhana, orangtuanya bekerja sebagai petani yang tinggal di Sumatera Selatan.Ia adalah anak keenam dari tujuh bersaudara. Ia mengawali pendidikannya di SD Negeri 2 di Kikim Timur, Sumatera Selatan. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikannya di SMP 2 Kikim Timur, Sumatera Selatan. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke SMU Negeri di Bandar Lampung. Setelah menyelesaikan pendidikannya kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke Univeritas Indonesia dengan mengambil jurusan Fakultas Ekonomi. Ia sudah banyak mengelurkn hasil karyanya  yang bisa dibilang menjadi best seller. Berikut karya yang pernah ditulis Tere Liye antara lain :

        Hafalan Shalat Delisa, Publish tahun 2005

        Kisah Sang Penandai, Publish tahun 2005

        Moga Bunda Disayang Allah, Publish tahun 2006

        The Gogons: James & the Incredible Incident, Publish tahun 2006

        Bidadari Bidadari Surga, Publish tahun 2008

        Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, Publish tahun 2009

        Burlian (Serial Anak-Anak Mamak, Buku 2), Publish tahun 2009

        Pukat (Serial Anak-anak Mamak, Buku 3), Publish tahun 2010

        Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Publish tahun 2010

        Eliana (Serial Anak-Anak Mamak, Buku 4), Publish tahun 2011

        Ayahku (Bukan) Pembohong, Publish tahun 2011

        Sunset Bersama Rosie, Publish tahun 2011

        Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah, Publish tahun 2012

        Berjuta Rasanya, Publish tahun 2012

        Negeri Para Bedebah, Publish tahun 2012

        Sepotong Hati Yang Baru, Publish tahun 2012

        Negeri Di Ujung Tanduk, Publish tahun 2013

        Amelia, Publish tahun 2013

        Bumi, Publish tahun 2014

        Dikatakan atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta, Publish tahun 2014

        Rindu, Publish tahun 2014

        aboutlove, Publish tahun 2015

        Bulan, Publish tahun 2015

        Pulang, Publish tahun 2015

        Hujan, Publish tahun 2016

·         Isi novel :

Novel ini menceritakan tentang sebuah kapal besar yang melakukan perjalanan haji selama 9 bulan. Didalam cerita ini penuh dengan cerita bahagia dan pilu. Daeng Andipati yang berangkat bersama anak dan istrinya. Gurutta yang sudah begitu lama menunggu kesempatan melakukan kembali perjalanan suci ini Begitu juga dengan Ambo yang pergi meninggalkan semuanya karena kesedihan dan kepiluan hatinya. Mbah Kakung dan Mbah Putri yang pergi untuk memenuhi janji mereka. Bonda Upe dan suaminya yang pergi karena kerinduan hatinya pada Ka’bah serta penumpang lainnya.

Di dalam perjalanan ini,juga terdapat 5 pertanyaan mengenai tentang apakah haji seorang cabo dapat diterima oleh Allah, apakah haji seseorang dapat diterima dengan membawa kebencian, apa yang harus dilakukan jika orang itu bukan jodoh kita, mengikhlasan kepergian orang yang kita sayang, bagaimana cara melawan kezaliman dan kemungkaran jika lisan tidak bisa menghentikannya.

Tidak hanya  pertanyaan  yang mengiringi  kapal itu. Masih ada masalah lain yang timbul, piston kapal yang rusak menyebabkan kapal harus di hentikan di tengah lautan menuju Sri Lanka dan terapung kesana kemari.Sekarang masalah piston itu sudah selesai dan bisa diatasi dengan baik. Kemudian muncul kembali dari bajak laut somalia yang mahsyur terkenal kekejamannya.  Mereka para pelaut yang handal dalam waktu sesaat sudah bisa menguasai seluruh kapal. Tetapi berbeda dengan Ambo dan Lars yang mampu membaca dengan cepat situasi yang terjadi.  Mereka mengatur siasat untuk merubah keadaan yaitu dengan cara membuat pesan berantai yang dtulis oleh Gurutta dan mengedarkannya kepada penumpang lain. Akhirnya keadaan kembali membaik dan dapat melanjutkan perjalanan menuju tanah suci.

Semua pertanyaan itu sudah terjawab seiring dengan kepergian kapal itu menuju tanah suci. Kerinduan atas tanah suci selesai sudah. Tidak terlepas dari cinta sejati pasangan sepuh itu yang meninggal di tempat yang sama dan dikuburkan di tempat yang sama pula yaitu di lautan. Begitu pula dengan kisah cinta Ambo. Yang ternyata orang yang akan berjodoh dengan wanita itu adalah dirinya. Daeng Andipati yang sudah memaafkan ayahnya dan kembali merekatkan tali persaudaraan mereka yang sudah renggang dan mengajak semua saudaranya untuk memaafkan ayah mereka.

·         Komentar

·         Kelebihan

        Menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami

        Alur yang mudah dipahami

        Bahasa yang sederhana

·         Kekurangan

        Ada beberapa penulisan kata yang salah contoh pada kata laik seharusnya menjadi layak dan pernumpang seharusnya menjadi penumpang

        Halamannya terlalu banyak

        Harganya mahal

        Diawal cerita terlalu bertele-tele sehingga membuat pembac menjadi bosan

·         Kesimpulan

Novel ini layak untuk di baca siapa saja, khususnya para remaja. Novel ini memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana menjalani kehidupan yang lebih baik dan mengatasi masalah yang menimpa kita.

Leave a Reply