TEKS EKSPOSISI TENTANG KONTRA EKONOMI KELUARGA KELOMPOK 5 X MIPA 7

TUGAS MEMBUAT TEKS EKSPOSISI

Kontra Pentinya Ekonomi Keluarga

Di

s

u

s

u

n

Oleh :

1.       Albert Aprilio S

2.       Ismi Hilda

3.       Denia Putri Fajrina

4.       Elfi Rahmani

5.       Caca Marshanda

 

            TUGAS DARI KELOMPOK 5 BAHASA INDONESIA

                           X MIPA 7

 

         TAHUN AJARAN 2016/2017

 

 

 

 

        

Kontra Pentingnya Ekonomi Keluarga

 

ð  TESIS

Sebagian orang mengatakan bahwa dalam hal berkeluarga penting sekali yang namanya pengaturan ekonomi keluarga.Contohnya KB dengan hanya 2 orang anak saja, padahal menurut kami dalam suatu keluarga tidak harus ada pengatur ekonomi keluarga.Ekonomi keluarga juga tidak terlalu di perlukan terutama dalam sebuah keluarga yang baru karena pada saat mereka Ta’aruf masih ada rasa keraguan di antara mereka.

 

ð  ARGUMENTASI

Hal yang menyebabkan kami mengatakan bahwa dalam suatu keluarga tidak harus ada pengaturan ekonomi keluarga karena ada sebagian keluarga yang setelah menikah dan punya anak ekonomi keluarganya meningkat.

Seperti  orang dulu mengatakan “Banyak Anak Banyak Rezeki”. Oleh karena itu, kita tidak harus membatasi untuk mempunyai anak hanya karena alasan pengaturan ekonomi.

Sesuai dengan dalil dan hadisnya pada Surah Al-Baqarah ayat  187.

                                                    فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ                  

 “Maka sekarang campurilah mereka (istri-istri) dan carilah/harapkanlah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu.” (QS. Al Baqarah [2]: 187)

Imam Ibnu Katsir –rahimahullah– ketika menafsirkan “apa yang telah ditetapkan Allah untukmu” berkata, “Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Anas, Syuraih al Qadhi, Mujahid, Ikrimah, Said bin Jubair dan yang lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud adalah anak. (Tafsir Al Qur`an Al Adzim: 1/512)

Adapun dalil dari Sunnah di antaranya adalah hadis:

                                               « تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ »                                             

 “Nikahilah oleh kalian wanita yang pencinta dan subur, karena aku akan berbangga dengan banyaknya kalian kepada umat-umat yang lain.” (HR Abu Dawud: 2052, dishahihkan Al Albany dalam Jami As-Shahih: 5251)

Contohnya seperti keluarga Gen Halilintar yang mempunya i 11 orang anak yaitu 6 orang anak laki-laki, 5 anak perempuan. Keluarga berdarah Minangkabau ini menjadi terkenal setelah sang ibu menulis buku yang berjudul Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team pada awal 2015. Buku yang banyak diminati publik ini bercerita tentang keluarga Gen Halilintar yang telah melakukan perjalanan bisnis keliling dunia, ke 100 negara dengan memboyong seluruh anggota keluarga tanpa didampingi asisten atau pembantu. Meski mereka mempunyai banyak anak hidup mereka tetap tentram dan akur sampai saat ini.Bahkan setiap orang anak mempunyai tugas mereka masing-masing.

 

ð  PENEGASAN ULANG

Jadi, banyak alasan mengapa kita tidak harus memikirkan pengaturan ekonomi, antara lain karena ada sebagian keluarga yang setelah menikah dan punya anak ekonomi keluarganya meningkat. Sesuai dengan pituah orang dulu “Banyak Anak Banyak Rezeki” sehingga kita tidak harus susah-susah memikirkan ekonomi keluarga kita.

 

 

 

 

            CIRI KEBAHASAAN :

1.      Pronomina

Pronomina atau kata ganti adalah kata yang menggantikan frasa atau nomina. Pronomina dibagi 2,yaitu:

a.       Pronomina persona {kata ganti orang} yaitu persona tunggal seperti : dia,kamu,aku,nya, ku,si dan persona jamak seperti mereka, kita, kami, kalian, hadirin, para, warga.

 

Contohnya :

·         Padahal menurut kami dalam suatu keluarga tidak harus ada pengatur ekonomi keluarga.

 

b.      Pronomina non persona ( kata ganti bukan orang ) contohnya :seperti, ini, itu, sini, situ, sana dan pronomina penanya contohnya: sepertiapa, mana, siapa.

 

Contohnya :

·         Oleh karena itu, kita tidak harus membatasi untuk mempunyai anak hanya karena alasan pengaturan ekonomi.

 

2.      Kata leksikal ( verba,nomina,adjective,adverbial )

a.               Verba {kata kerja}yaitu kata yang memberi tahu tentang suatu perbuatan,pekerjaan yang dilakukan.

 

Contohnya :

·         Ekonomi keluarga juga tidak terlalu di perlukan terutama dalam sebuah keluarga yang baru karena pada saat mereka Ta’aruf masih ada rasa keraguan di antara mereka.

 

b.                    Nomina ( kata benda )yaitu kata yang menunjukkan suatu benda.

Contohnya :

·         Buku yang banyak diminati publik ini bercerita tentang keluarga Gen Halilintar yang telah melakukan perjalanan bisnis keliling dunia

 

c.               Adjective ( kata sifat ) yaitu kata yang menyatakan sifat.

 

Contohnya :

·         Meski mereka mempunyai banyak anak hidup mereka tetap tentram dan akur sampai saat ini

 

 

 

 

d.                   Adverbia {kata keterangan}yaitu kata yang menyatakan waktu,suasana,tempat.

 

Contohnya :

·         Meski mereka mempunyai banyak anak hidup mereka tetap tentram dan akur sampai saat ini.

 

 

 

3.           Konjungsi {kata hubung} yaitu kata yang menghubungkan suatu kalimat.

 

a.     Konjungsi waktu : sesudah, setelah, sebelum, lalu, kemudian, setelah itu.

b.     Konjungsi gabungan : dan, serta, dengan.

c.      Konjungsi pembatasan : kecuali, selain, asal.

d.     Konjungsi tujuan : agar, supaya, untuk.

e.      Konjungsi persyaratan : kalau, jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabila.

f.       Konjungsi perincian : yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni.

g.     Konjungsi sebab akibat : karena, sehingga, sebab, akibat, akibatnya.

h.     Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi, namun, melainkan, sedangkan.

i.       Konjungsi pilihan : atau.

j.       Konjungsi penegasan/penguatan : bahkan, apalagi, hanya, lagi pula, itu pun.

k.     Konjungsi penjelasan : bahwa.

l.       Konjungsi perbandingan : bagai, seperti, ibarat, serupa.

m.  Konjungsi penyimpulan : oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian.

 

 

Contoh  pada teks :

·         ada sebagian keluarga yang setelah menikah dan punya anak ekonomi keluarganya meningkat.

·        Jadi, banyak alasan mengapa kita tidak harus memikirkan pengaturan ekonomi, antara lain karena ada sebagian keluarga yang setelah menikah dan punya anak ekonomi keluarganya meningkat.

Leave a Reply