Teks laporan observasi kelompok 6 kelas X MIPA 7

TUGAS KELOMPOK

BAHASA INDONESIA

MAKALAH TEKS OBSERVASI

TENTANG TUMBUHAN

ECENG GONDOKIMG_20160908_201327

Nama Anggota:

Soni Yuhelmi

Nugrah Oktrisya Alfiani

Viona Ramadhani

Resti Wahdaini

Mia Anjelina 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME, yang telah memberikan limpahan rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis dengan judul “Tanaman Enceng Gondok” ini sesuai dengan apa yang di harapkan.

Pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami yaitu Ibu Rita Anggraini S.Pd. 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Eceng gondok atau enceng gondok (Latin:Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenistumbuhan air mengapung. Selain dikenal dengan nama eceng gondok, di beberapa daerah diIndonesia, eceng gondok mempunyai nama lain seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama Ilung-ilung, diManado dikenal dengan nama Tumpe.Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaanJerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai AmazonBrasil. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya.

Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 – 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut

Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat mentolerir perubahan yang ektrim dari ketinggian air, laju air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kayaakan nitrogen, fosfat dan potasium (LaporanFAO). Kandungan garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti yang terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika Barat, di mana eceng gondok akan bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada musim kemarau.

Akibat-akibat negatif yang ditimbulkan eceng gondok antara lain:

ØMeningkatnya evapotranspirasi (penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman), karena daun-daunnya yang lebar dan serta pertumbuhannya yang cepat.

ØMenurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air (DO: Dissolved Oxygens).

ØTumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan.

ØMengganggu lalu lintas (transportasi) air, khususnya bagi masyarakat yang kehidupannya masih tergantung dari sungai seperti di pedalaman Kalimantan dan beberapa daerah lainnya.

ØMeningkatnya habitat bagi vektor penyakit pada manusia.

ØMenurunkan nilai estetika lingkungan perairan.

ØDikenal sebagai tanaman gulma air, karena pertumbuhannya yang begitu cepat sehingga menutupi permukaan air.

ØMenimbulkan permasalahan lingkungan lainnya, seperti cepatnya penguapan perairan.

 

1.2.Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis mencoba mengindentifikasi permasalahan sebagai berikut:

1.Bagaimana caranya menanggulangi efek negatif dari tumbuhan eceng gondok?

2.Apakah ada dampak positif atau manfaat yang terdapat pada tumbuhan eceng gondok?

1.3.Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan penelitian ini antara lain:

1.Untuk mengetahui cara penanggulangan dampak negatif pada tumbuhan eceng gondok.

2.Untuk menganalisis dampak positif pada tumbuhan eceng gondok.

3.Untuk mengetahui pemanfaatan eceng gondok menjadi barang yang memiliki nilai guna dan komersial (bisnis).

BAB II

PEMBAHASAN

2.1.Cara Penanggulangan Dampak Negatif dari Tumbuhan Eceng Gondok

a.Menggunakan herbisida

b.Mengangkat eceng gondok tersebut secara langsung dari lingkungan perairan

c.Menggunakan predator (hewan sebagai pemakan eceng gondok), salah satunya adalah dengan menggunakan ikan grass carp (Ctenopharyngodon idella) atau ikan koan. Ikan grass carp memakan akar eceng gondok, sehingga keseimbangan gulma di permukaan air hilang, daunnya menyentuh permukaan air sehingga terjadi dekomposisi dan kemudian dimakan ikan. Cara ini pernah dilakukan di danau Kerinci dan berhasil mengatasi eceng gondok di danau tersebut

d.Memanfaatkan eceng gondok tersebut dan lain-lain.

2.2.Dampak positif atau manfaat yang terdapat pada tumbuhan eceng gondok.

            Meskipun tumbuhan yang lebih sering dianggap sebagai tumbuhan pengganggu kawasan perairan ini memiliki banyak dampak negatif, ternyata eceng gondok memiliki berbagai manfaat,diantaranya:

ØEceng gondok mampu menetralkan limbah rumah tangga dan industri

ØMenyerap uranium dan mercirium, dua zat yang sangat berbahaya bila mencemari perairan

ØPembersih polutan logam berat

Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. Rangkaian penelitian seputar kemampuan eceng gondok oleh peneliti Indonesia antara lain oleh Widyanto dan Susilo (1977) yang melaporkan dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur. Eceng gondok juga menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain. Lubis dan Sofyan (1986) menyimpulkan logam chrom (Cr) dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7. Dalam penelitiannya, logam Cr semula berkadar 15 ppm turun hingga 51,85 persen.

ØMampu menyerap residu pestisida.

ØEceng gondok dapat diolah menjadi bahan pembuatan kertas, kompos, biogas, perabotan, kerajinan tangan,

ØSebagai media pertumbuhan bagi jamur merang, dsb.

ØEceng gondok kaya asam humat yang menghasilkan Senyawa Fitohara yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman.

ØEceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

 

 

2.3.Pemanfaatan eceng gondok menjadi barangyg yang memiliki nilai guna dan komersial 

a.Eceng gondok dapat dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan yang menguntungkan.Keuntungan bahan kerajinan tangan dari eceng gondok adalah sebagai berikut:

ØBahannya mudah di dapat

ØHarganya murah

ØHarga jual kerajinan tinggi

ØPengerjaannya mudah

ØKerajinan eceng gondok sangat unik dan menarik

b.Kerajinan dari eceng gondok bisa dimanfaatkan sebagai peluang bisnis.

c.Banyaknya potensi alam tanaman eceng gondok dan peluang ekonomi yang cukup menjanjikan membuat sentra kerajinan eceng gondok dibeberapa tempat. Hanya perlu lebih diintensifkan lagi agar meningkatkan ekonomi bisnis usaha kecil dan rumah tangga.

d.Kerajinan eceng gondok dapat berupa anyaman,tas,sendal,bahan pembuatan kertas,dompet, furniture, mebel, dan lain-lain.

 

 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

1.Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

a.Enceng gondok merupakan serat alam yang ramah lingkungan sehingga aman untuk bahan kerajinan dan menjadi trend bisnis kedepan.

b.Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, eceng gondok memiliki banyak manfaat, seperti :

ØEceng gondok mampu menetralkan limbah rumah tangga dan industri.

ØMenyerap uranium dan mercirium, dua zat yang sangat berbahaya bila mencemari perairan.

ØPembersih polutan logam berat.

ØMampu menyerap residu pestisida.

ØEceng gondok dapat diolah menjadi bahan pembuatan kertas, kompos, biogas, perabotan, kerajinan tangan.

ØSebagai media pertumbuhan bagi jamur merang, dsb.

ØEceng gondok kaya asam humat yang menghasilkan Senyawa Fitohara yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman.

ØEceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

c.Dampak negatif dari eceng gondok dapat ditanggulangi dengan cara;

ØMenggunakan herbisida.

ØMengangkat eceng gondok tersebut secara langsung dari lingkungan perairan.

ØMenggunakan predator (hewan sebagai pemakan eceng gondok),

ØMemanfaatkan eceng gondok tersebut,dll.

2.Saran

a.Diharapkan kepada seluruh pengusaha kerajinan eceng gondok dapat terus meningkatkan kualitas produk untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

b.Para pengusaha kerajinan,khususnya pengusaha eceng gondok dapat lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Indonesia.

c.Pengusaha dapat memberikan pelatihan intensif kepada masyarakat mengenai wirausaha eceng gondok.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Fratelo. 2010. Enceng Gondok, (Online), (http://archive.kaskus.us/thread/3449869, diakses 7 Januari 2011).

Fadholi, A. 2009. Kerajinan Enceng Gondok, (Online), (http://ariffadholi.blogspot.com/2009/10/kerajinan-enceng-gondok.html, diakses 7 Januari 2011).

Galeriukm. 2010. Bisnis Kerajinan Enceng Gondok, (Online), (http://galeriukm.web.id/unit-usaha/handicraft/bisnis-kerajinan-enceng-gondok, diakses 7 Januari 2011).

 

Wikipedia. 2010. Eceng Gondok, (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Eceng_gondok, diakses 7 Januari 2011).

 

 

  • Screenshot_2016-09-08-21-27-12-58

 

Leave a Reply