TUGAS BIOGRAFI BUKU PAKET RAHMA YUMELDA PUTRI IIS 2

Biografi Susi Pudjiastuti Pengusaha Inspiratif yang Menjadi Menteri

Pengusaha Yang Memberikan Inspirasi

Menurut banyak informasi beliau ini merupakan seorang pengusaha yang bertangan dingin, beliau sudah menggeluti dunia usaha sejak 1981. Pengusaha memang lebih banyak didominasi oleh kaum pria tapi tidak demikian dengan Susi, sekalipun dia adalah seorang wanita, namun kegigihan dan perjuangannya membuatnya menjadi tidah terbantahkan dan tidak terkalahkan dalam urusan bisnis.

            Bisnisnya pun beragam, mulai dari perikanan,perdagangan ikan, perkebunan,bahkan hingga penerbangan alias maskapai penerbangan. Susi mampu membuat manajemen yang baik dan hebat terkait usahanya, beliau mampu mengembangkan usahanya dari satu jenis ke jenis yang lain.

            Dari sini  kita dapat melihat bahwa beliau memang memiliki kemampuan untuk melakukan duplikasi terhadap setiap usaha dan bisnis yang digelutinya. Dengan berbekal kemampuan inilah dia menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang,memberikan motivasi dan semangat baru bagi mereka yang belum sukses.

Profil Susi Pudjiastuti

Nama               : Susi Pudjiastuti

Tempat lahir   : Pangandaran

Tanggal lahir   : 15 januari 1965

Pendidikan      : Usia 17 tahun keluar dari SMA ( tidak lulus SMA )

Pekerjaan        : Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia

Suami               : Christian Von Strombeck

                                      

Memulai usaha di bidang perikanan, tepatnya di daerah Pangandaran.  Pada awal-awalnya berbisnis, Susi berpikir bahwa dengan berijazah SMP bisa jadi apa? Maka dengan tekad yang kuat dia pun berjualan kelililng kota Pangandaran dengan menggunakan sepeda motor. Beliau menjual bed cover,baju,hingga berbagai produk alam hasil bumi seperti cengkeh.

Dikala berkeliling menjajakan barang dagangannya tersebut, Susi pun mendapat inspirasi kalau sebenarnya potensi paling besar di kota Pangandaran adalah produk lautnya yakni perikanan.

            “Mulailah saya pengen jualan ikan karena setiap hari lihat ratusan nelayan,” tuturnya. Di tahun 1983, berbekal Rp750.000 hasil penjualan perhiasan berupa gelang,kalung,serta cincin miliknya, Susi mengikut jejak para wanita Pangandaran menjadi bakul ikan. Tiap pagi di jam-jam tertentu, dia nimbrung bareng yang lain untuk berkerumun di TPI ( Tempat Pelelangan Ikan ).

            “Pada hari pertama, saya hanya dapat 1 kilogram ikan, dibeli oleh sebuah resto kecil kenalan saya,” kengangnya.

            Dengan berbekal keinginan untuk maju Susi pun terus berupaya menjual iklan Pangandran ke berbagai daerah,hingga ke Jakarta pun diusahakannya demi mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.

            Jika ada pengiriman ke Jakarta maka Susi harus menyewa mobil truk pengangkut ikan dan diisi dengan es batu agar ikannya segar, dan demikian Susi sering menyewa mobil dengan es pendingin hingga akhirnya ia pun bisa memiliki mobil truk dilengkapi es pendingin sendiri. Beliau pun menjadi salah satu juragan perikanan yang dikenal masyarakat luas di berbagai daerah di Indonesia maupun di negeri orang seperti Hongkong, China, Jepang, dan Asia lainnya.

            Wanita pengangum tokoh semar dalam pewayangan, mengaku telah 3 kali menikah. Tapi, biduk yang telah ia arungi bersama ketiga suaminya tak sebiru lautan Pangandaran. Semua karam. Dari suami yang terrakhirlah, Christian Von Strombeck, sang Wonder Women ini mendapat inspirasi untuk mengembangkan bisnis penerbangan.

                                                                                                                                     

Awal Bisnis Penerbangan

            Ketika itu ia berkenalan dengan seorang ekspatriat Christian Von Strombeck, seorang lelaki berwarga negara Prancis yang sering makan alias bertandang di restoran Hilmans milik Susi. Berawal dari percakapan atau perkenalan biasa, Susi pun akhirnya dilamar oleh lelaki yang berprofesi sebagai Engineer Pesawat di PT.Dirgantara Indonesia ini.

            Bersama Christian, Susi berimajinasi bagaimana caranya supaya ikan-ikan hasil tangkapan nelayan dari laut ini bisa sampai di Jakarta atau di kota tujuan dengan cepat supaya ikan tersebut terlihat masih segar, karena ikan yang segar merupakan ikan yang paling banyak diminati dipasaran.

            Satu-satunya jalan,ialah mendirikan landasan-landasan pesawat di desa-desa nelayan tersebut. “Jadi, tangkap ikan hari ini, sorenya sudah bisa dibawa ke Jakarta. Kan cuma sejam, sembilan jam pastilah membuat ikan-ikan ini mati. Mau pake es? Beda nilainya, kita tau sendiri ikan dinilai dari tingkat kesegarannya. Jika mati, harga ikan setiapnya bisa jadi anjlok setengahnya.

            “Kami mulai masukin business plan ke perbankan pada tahun 2000, tapi nggak laku. Diketawain sama orang bank dan dianggap gila,” terang Susi.

            “Mau beli pesawat USD 2 juta, bagaimana ikan sama udang bisa bayar?”, ujar Susi melanjutkan.

            Kerena melihat potensi ini sangat besar dan sangat diinginkan oleh beliau, maka Susi pun terus berupaya untuk mengumpulkan uang dari hasil usaha ikan dan udangnya, tapi apa boleh buat harus menunggu lama untuk bisa membeli pesawat seharga jutaan dollar.

Dipercaya Oleh Bank Mandiri

            Barulah pada tahun 2004, Bank Mandiri percaya kepada business plan beliau dan memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta (sekitar Rp47 miliar) untuk membangun landasan,serta membeli 2 pesawat Cessna Grand Caravan.

            Namun apa yang terjadi, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh. “Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat bantu. Itu jadi pesawat pertama saya yang mendarat di Meulaboh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mie instan, air, dan tenda-tenda,” ungkapnya.

Niatnya Membantu,Malah dapat Rezeki Melimpah

            Dengan niat awal hanya untuk membantu para korban di Aceh, Susi hanya berniat untuk mengangkut makanan, sandang untuk memenuhi kebutuhan para korban, namun Tuhan memberkati beliau, ketika hendak balik, banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh. “Mereka mau bayar sewa pesawat kami. Satu setengah tahun kami kerja disana. Dari situ, Susi Air bisa beli 1 pesawat lagi,” jelasnya.

            Ternyata dari bantuan nama bisnisnya semakin terdengar. Banyak permintaan menyewa pesawat, jadilah ini bisnis sewa menyewa jasa penerbangan. Utang dari Bank Mandiri sekitar Rp47 miliar sekarang tinggal 20 persennya. “ setahun lagi selesai. Tinggal 3 kali cicilan lagi. Dari BRI, sebagian baru mulai cicil. Kalau ditotal, semua (pinjaman dari perbankan) lebih dari Rp2 triliun. Return of investment (balik modal) kalau dipenerbanagnm bisa 10-15 tahun karena mahal,” katanya.

            Itulah sosok seorang Susi yang berjuang dan bersemangat untuk mengembangkan usaha serta berjuang juga untuk membantu banyak orang.

            Di Pangandaran, Susi terkenal sebagai seorang sosok yang baik hati dan mau berbagi dengan orang-orang miskin, bahkan dari suatu sumber mengatakan, di Pangandaran dulu ketika Susi melihat seorang orang gila yang berkeliaran di jalanan, maka ia akan membawanya kerumah kemudian memandikan dan membersihkannya serta memberikan makanan. Sungguh dia memiliki hati yang mulia, relan memberikan tumpangan bagi korban Aceh, rela juga memberikan sejumlah sumbangan untuk mereka yang miskin.

            Lagi-lagi Susi harus mengutamakan para pembeli ikannya, karena mereka sensitif soal kesegaran ikan. Sekali angkut dalam satu pesawat, dia bisa memasukkan 1,1 ton ikan atau lobster segar. Pembelinya dari Hongkong dan Jepang setiap hari menunggu di Jakarta. “Bisnis ikan serta lobster tetap jalan dan bisnis penerbangan akan terus kami kembangkan. Tahun depan kami harap sudah bisa memiliki 60 pesawat,” katanya lagi, kali ini penuh optimisme.

            Susi Pudjiastuti, sebagai pendiri dan Presiden Direktur PT.ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT.ASI Pudjiastuti Aviation yang jadi operator penerbangan Susi Air. Beliau pun kini menjadi menteri Kelautan dan Perikanan yang diangkat oleh bapak presiden Joko Widodo di kabinet kerjanya periode tahun 2014-2019.

            Semoga berhasil membawa Indonesia menjadi negara kelautan dan perikanan yang hebat yah Bu Susi, Selamat Bekerja untuk Indonesia.

Tugas hal 214

No.

Pertanyaan

Jawaban

1.

Mengapa teks tersebut tergolong biografi?

Karena teks tersebut mengisahkan perjalanan hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain yang memiliki sisi positif pada dirinya agar menjadi inspirasi bagi khalayak umum dan bermanfaat bagi orang lain maupun dirinya sendiri.

2.

Apakah isi dari teks biografi tersebut?

Teks tersebut mengisahkan perjalanan hidup seorang ibu Susi Pudjiastuti dari ia memulai usahanya sampai menuju kesuksesan

3.

Bagaimanakah pola penyajian teks biografi tersebut?

Pola penyajiannya dengan menggunakan alur maju. Yang menceritakan kisahnya secara runtun.

4.

Siapakah nama tokoh yang biografinya sedang dibacakan?

Tokoh tersebut ialah “SUSI PUDJIASTUTI”.

5.

Apa peranannya sehingga ia layak dibuatkan biografi?

Karena ia seorang tokoh indonesia yang terkenal dan berperan penting dalam dunia kepemerintahan di indonesia. Dan ia juga memiliki pengalaman hidup yang dapat menginspirasi masyarakat luas.

6.

Bagaimanakah masa kecilnya?

Beliau menikmati duduk di bangku sekolah ketika SMP. Ketika menjalani pendidikan di bangku SMA ia tidak bisa menamatkan pendidikannya, ia keluar dari SMA pada usia 17 tahun.

7.

Bagaimanakah masa mudanya?

Dengan bermodalkan ijazah SMP ia memulai usaha yang dimulai dengan berjualan bed cover,baju,hingga berbagai produk hasil bumi dengan menggunakan sepeda motor mengelilingi kota Pangandaran. Dan ia juga menggali potensi terbesar Kota Pangandaran yaitu Hasil Laut. Dengan tekadnya yang kuat,ia mulai menjual ikan dari Pangandaran ke berbagai daerah hingga keluar kota pun akan ia usahakan. Segala cara akan diupayakannya agar pengiriman ke luar kota berjalan lancar, dan demi mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.

8.

Kesulitan atau masalah apa yang pernah dialaminya?

1.      Tidak bisa menamatkan pendidikannya hingga SMA.

2.      Harus mencari pekerjaan dengan modal ijazah SMP.

9.

Bagaimana ia mengatasi kesulitan tersebut?

1.      Ia memulai usaha dengan berjualan keliling di pangandaran.

2.      Lalu mengembangkan usahanya dibidang perikanan.

3.      Ia mengembangkan seluruh kemampuan berbisnis yang ada pada dirinya.

4.      Tetap konsisten dengan kegigihannya untuk maju.

5.      Terus semangat untuk terus menggali potensinya dalam berbagai hal.

10.

Karya apa saja yang telah dibuatnya?

1.      Dengan ia mengembangkan usaha perikanannya,ia pun menjadi seorang juragan perikanan yang terkenal di dalam hingga luar negeri.

2.      Berhasil membangun landasan pesawat di desanya.

3.      Memiliki usaha bisnis di bidang sewa menyewa jasa penerbangan.

4.      Menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia periode 2014-2019.

11.

Apabila bertemu dengan tokoh tersebut,apa yang akan kamu lakukan atau tanyakan?

Yang akan saya lakukan apabila bertemu dengan beliau ialah saya akan bertanya mengapa ia sangat tertarik dengan dunia perikanan. Dan menanyakan tentang apa harapannya mengenai lautan Indonesia ini, apa sajakah program yang akan dilakukannya untuk membangun dan meningkatkan hasil laut Indonesia, serta bagaimana caranya untuk melindungi wilayah laut Indonesia agar tetap terjaga dengan baik dan apa kebijakan yang akan diberikannya kepada pelaut ilegal dari dalam maupun luar negeri yang seenaknya  merusak kekayaan wilayah perairan laut indonesia.

 

Tugas hal 215

Kutipan Teks

Bagian Struktur

Nama               : Susi Pudjiastuti

Tempat lahir   : Pangandaran

Tanggal lahir   : 15 januari 1965

Pendidikan      : Usia 17 tahun keluar dari SMA ( tidak lulus SMA )

Pekerjaan        : Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia

Suami               : Christian Von Strombeck

Orientasi

( pada bagian ini dijelaskan secara singkat mengenai identitas Susi Pudjiastuti.

 

Dikala berkeliling menjajakan barang dagangannya tersebut, Susi pun mendapat inspirasi kalau sebenarnya potensi paling besar di kota Pangandaran adalah produk lautnya yakni perikanan.

            Dengan berbekal keinginan untuk maju Susi pun terus berupaya menjual ikan Pangandran ke berbagai daerah,hingga ke Jakarta pun diusahakannya demi mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.

            Jika ada pengiriman ke Jakarta maka Susi harus menyewa mobil truk pengangkut ikan dan diisi dengan es batu agar ikannya segar, dan demikian Susi sering menyewa mobil dengan es pendingin hingga akhirnya ia pun bisa memiliki mobil truk dilengkapi es pendingin sendiri. Beliau pun menjadi salah satu juragan perikanan yang dikenal masyarakat luas di berbagai daerah di Indonesia maupun di negeri orang seperti Hongkong, China, Jepang, dan Asia lainnya.

Bnbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb

 

                   Barulah pada tahun 2004, Bank Mandiri percaya kepada business plan beliau dan memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta (sekitar Rp47 miliar) untuk membangun landasan,serta membeli 2 pesawat Cessna Grand Caravan.

bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb

 

             Ternyata dari bantuan nama bisnisnya semakin terdengar. Banyak permintaan menyewa pesawat, jadilah ini bisnis sewa menyewa jasa penerbangan. Utang dari Bank Mandiri sekitar Rp47 miliar sekarang tinggal 20 persennya. “ setahun lagi selesai. Tinggal3 kali cicilan lagi.dari BRI, sebagian baru mulai cicil.

Peristiwa-peristiwa penting

 

                  Susi Pudjiastuti, sebagai pendiri dan Presiden Direktur PT.ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT.ASI Pudjiastuti Aviation yang jadi operator penerbangan Susi Air. Beliau pun kini menjadi menteri Kelautan dan Perikanan yang diangkat oleh bapak presiden Joko Widodo di kabinet kerjanya periode tahun 2014-2019.

 

Reorientasi

 

 

Tugas hal 223

Aspek

Susi Pudjiastuti

Alur Cerita

( semuanya beralur maju )

Biografi tersebut diawali dengan identitas dirinya dalam bentuk profil. Kemudian menceritakan perjalanan usahanya di bidang bisnis. Dimulai dari awal ia menjajakan barang dagangan dengan berkeliling hingga ia menjadi juragan perikanan. Di bagian perikanan ini, sangat dominan dijelaskan bahwa beliau sangat gigih untuk mengembangkan potensi hasil laut. Ia sangat mengupayakan bagaimana agar ia dapat memajukan usahanya hingga ke luar negeri. Dan juga sangat memperhatikan bagaimana standar kualitas ikan yang akan dikirim ke kota lain dengan menggunakan pesawat sebagai via pengiriman produk hasil lautnya itu agar konsumen tetap meminati produknya. Kedominanannya pada bidang perikanan juga didukung dengan profesinya sekarang yaitu sebagai menteri kelautan dan perikanan indonesia.

Selanjutnya, ia juga mengembangkan kemampuan bisnisnya di dunia kedirgantaraan. Kegiatan tersebut berbentuk bisnis sewa menyewa jasa penerbangan.

Cerita ini diakhiri dengan harapannya untuk memiliki 60 pesawat dan disertai juga dengan keaktifannya bergerak dibidang perikanan sebagai Menteri dan operator di sebuah perusahaan penerbangan.

 

Sudut Pandang

Menggunakan sudut pandang orang ketiga.

Gaya Penulisan

Deskriptif naratif yang dikombinasikan dengan beberapa dialog.

Fokus Penceritaan

Kegigihan dalam berkarier.

 

Tugas hal 226

Kutipan Teks Biografi

Kepribadian Unggul

Memulai usaha di bidang perikanan, tepatnya di daerah Pangandaran.  Pada awal-awalnya berbisnis, Susi berpikir bahwa dengan berijazah SMP bisa jadi apa? Maka dengan tekad yang kuat dia pun berjualan kelililng kota Pangandaran dengan menggunakan sepeda motor. Beliau menjual bed cover,baju,hingga berbagai prosuk alam hasil bumi seperti cengkeh.

 

Bertekad yang sangat kuat.

       Satu-satunya jalan,ialah mendirikan landasan-landasan pesawat di desa-desa nelayan tersebut. “Jadi, tangkap ikan hari ini, sorenya sudah bisa dibawa ke Jakarta. Kan cuma sejam, sembilan jam pastilah membuat ikan-ikan ini mati. Mau pake es? Beda nilainya, kita tau sendiri ikan dinilai dari tingkat kesegarannya. Jika mati, harga ikan setiapnya bisa jadi anjlok setengahnya.

            “Kami mulai masukin business plan ke perbankan pada tahun 2000, tapi nggak laku. Diketawain sama orang bank dan dianggap gila,” terang Susi.

            “Mau beli pesawat USD 2 juta, bagaimana ikan sama udang bisa bayar?”, ujar Susi melanjutkan.

            Kerena melihat potensi ini sangat besar dan sangat diinginkan oleh beliau, maka Susi pun terus berupaya untuk mengumpulkan uang dari hasil usaha ikan dan udangnya, tapi apa boleh buat harus menunggu lama untuk bisa membeli pesawat seharga jutaan dollar.

            Barulah pada tahun 2004, Bank Mandiri percaya kepada business plan beliau dan memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta (sekitar Rp47 miliar) untuk membangun landasan,serta membeli 2 pesawat Cessna Grand Caravan.

 

Pekerja keras.

Namun apa yang terjadi, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh. “Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat bantu. Itu jadi pesawat pertama saya yang mendarat di Meulaboh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mie instan, air, dan tenda-tenda,” ungkapnya.

 

Simpati dan baik hati.

Itulah sosok seorang Susi yang berjuang dan bersemangat untuk mengembangkan usaha serta berjuang juga untuk membantu banyak orang.

 

Gigih dan bersemangat.

Di Pangandaran, Susi terkenal sebagai seorang sosok yang baik hati dan mau berbagi dengan orang-orang miskin, bahkan dari suatu sumber mengatakan, di Pangandaran dulu ketika Susi melihat seorang orang gila yang berkeliaran di jalanan, maka ia akan membawanya kerumah kemudian memandikan dan membersihkannya serta memberikan makanan. Sungguh dia memiliki hati yang mulia, relan memberikan tumpangan bagi korban Aceh, rela juga memberikan sejumlah sumbangan untuk mereka yang miskin.

 

Peduli sesama.

Lagi-lagi Susi harus mengutamakan para pembeli ikannya, karena mereka sensitif soal kesegaran ikan. Sekali angkut dalam satu pesawat, dia bisa memasukkan 1,1 ton ikan atau lobster segar. Pembelinya dari Hongkong dan Jepang setiap hari menunggu di Jakarta. “Bisnis ikan serta lobster tetap jalan dan bisnis penerbangan akan terus kami kembangkan. Tahun depan kami harap sudah bisa memiliki 60 pesawat,” katanya lagi, kali ini penuh optimisme.

 

Profesional dan optimisme.

Tugas hal 230

Kutipan Teks

Pokok Informasi

Nama               : Susi Pudjiastuti

Tempat lahir   : Pangandaran

Tanggal lahir   : 15 Januari 1965

Pendidikan      : Usia 17 tahun keluar dari SMA ( tidak lulus SMA )

Pekerjaan        : Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia

Suami               : Christian Von Strombeck

 

Susi Pudjiastuti ialah seorang Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia yang dilahirkan di Pangandaran pada tanggal 15 Januari 1965.

Memulai usaha di bidang perikanan, tepatnya di daerah Pangandaran.  Pada awal-awalnya berbisnis, Susi berpikir bahwa dengan berijazah SMP bisa jadi apa? Maka dengan tekad yang kuat dia pun berjualan kelililng kota Pangandaran dengan menggunakan sepeda motor. Beliau menjual bed cover,baju,hingga berbagai prosuk alam hasil bumi seperti cengkeh.

Dikala berkeliling menjajakan barang dagangannya tersebut, Susi pun mendapat inspirasi kalau sebenarnya potensi paling besar di kota Pangandaran adalah produk lautnya yakni perikanan.

            “Mulailah saya pengen jualan ikan karena setiap hari lihat ratusan nelayan,” tuturnya. Di tahun 1983, berbekal Rp750.000 hasil penjualan perhiasan berupa gelang,kalung,serta cincin miliknya, Susi mengikut jejak para wanita Pangandaran menjadi bakul ikan. Tiap pagi di jam-jam tertentu, dia nimbrung bareng yang lain untuk berkerumun di TPI ( Tempat Pelelangan Ikan ).

            “Pada hari pertama, saya hanya dapat 1 kilogram ikan, dibeli oleh sebuah resto kecil kenalan saya,” kengangnya.

            Dengan berbekal keinginan untuk maju Susi pun terus berupaya menjual iklan Pangandran ke berbagai daerah,hingga ke Jakarta pun diusahakannya demi mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.

            Jika ada pengiriman ke Jakarta maka Susi harus menyewa mobil truk pengangkut ikan dan diisi dengan es batu agar ikannya segar, dan demikian Susi sering menyewa mobil dengan es pendingin hingga akhirnya ia pun bisa memiliki mobil truk dilengkapi es pendingin sendiri. Beliau pun menjadi salah satu juragan perikanan yang dikenal masyarakat luas di berbagai daerah di Indonesia maupun di negeri orang seperti Hongkong, China, Jepang, dan Asia lainnya.

 

Perkembangan usaha bisnis Susi Pudjiastuti di bidang perikanan.

Bersama Christian, Susi berimajinasi bagaimana caranya supaya ikan-ikan hasil tangkapan nelayan dari laut ini bisa sampai di Jakarta atau di kota tujuan dengan cepat supaya ikan tersebut terlihat masih segar, karena ikan yang segar merupakan ikan yang paling banyak diminati dipasaran.

            Satu-satunya jalan,ialah mendirikan landasan-landasan pesawat di desa-desa nelayan tersebut. “Jadi, tangkap ikan hari ini, sorenya sudah bisa dibawa ke Jakarta. Kan cuma sejam, sembilan jam pastilah membuat ikan-ikan ini mati. Mau pake es? Beda nilainya, kita tau sendiri ikan dinilai dari tingkat kesegarannya. Jika mati, harga ikan setiapnya bisa jadi anjlok setengahnya.

            “Kami mulai masukin business plan ke perbankan pada tahun 2000, tapi nggak laku. Diketawain sama orang bank dan dianggap gila,” terang Susi.      

            “Mau beli pesawat USD 2 juta, bagaimana ikan sama udang bisa bayar?”, ujar Susi melanjutkan.

            Kerena melihat potensi ini sangat besar dan sangat diinginkan oleh beliau, maka Susi pun terus berupaya untuk mengumpulkan uang dari hasil usaha ikan dan udangnya, tapi apa boleh buat harus menunggu lama untuk bisa membeli pesawat seharga jutaan dollar.

            Barulah pada tahun 2004, Bank Mandiri percaya kepada business plan beliau dan memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta (sekitar Rp47 miliar) untuk membangun landasan,serta membeli 2 pesawat Cessna Grand Caravan.

Upaya Susi Pudjiastuti agar bisa mewujudkan penggunaan pesawat sebagai faktor pendukung bisnisnya.

        Dengan niat awal hanya untuk membantu para korban di Aceh, Susi hanya berniat untuk mengangkut makanan, sandang untuk memenuhi kebutuhan para korban, namun Tuhan memberkati beliau, ketika hendak balik, banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh. “Mereka mau bayar sewa pesawat kami. Satu setengah tahun kami kerja disana. Dari situ, Susi Air bisa beli 1 pesawat lagi,” jelasnya.

            Ternyata dari bantuan nama bisnisnya semakin terdengar. Banyak permintaan menyewa pesawat, jadilah ini bisnis sewa menyewa jasa penerbangan. Utang dari Bank Mandiri sekitar Rp47 miliar sekarang tinggal 20 persennya. “ setahun lagi selesai. Tinggal 3 kali cicilan lagi. Dari BRI, sebagian baru mulai cicil. Kalau ditotal, semua (pinjaman dari perbankan) lebih dari Rp2 triliun. Return of investment (balik modal) kalau dipenerbanagnm bisa 10-15 tahun karena mahal,” katanya.

Kemajuan bisnisnya di bidang penerbangan.

Lagi-lagi Susi harus mengutamakan para pembeli ikannya, karena mereka sensitif soal kesegaran ikan. Sekali angkut dalam satu pesawat, dia bisa memasukkan 1,1 ton ikan atau lobster segar. Pembelinya dari Hongkong dan Jepang setiap hari menunggu di Jakarta. “Bisnis ikan serta lobster tetap jalan dan bisnis penerbangan akan terus kami kembangkan. Tahun depan kami harap sudah bisa memiliki 60 pesawat,” katanya lagi, kali ini penuh optimisme.

Keprofesionalan Susi Pudjiastuti dalam berbisnis. Dengan tetap mementingkan kualitas produk yg akan diterima oleh konsumennya.

Tugas hal 236

No.

Kutipan Teks

Analisis

1.

Memulai usaha di bidang perikanan, tepatnya di daerah Pangandaran.  Pada awal-awalnya berbisnis, Susi berpikir bahwa dengan berijazah SMP bisa jadi apa? Maka dengan tekad yang kuat dia pun berjualan kelililng kota Pangandaran dengan menggunakan sepeda motor. Beliau menjual bed cover,baju,hingga berbagai produk alam hasil bumi seperti cengkeh.

 

a.      Kata ganti yang digunakan adalah dia.

b.      Kata kerja/tindakan yang digunakan adalah berjualan.

c.       Kata deskriptif : keliling.

d.      Kata hubung : hingga.

2.

            Dengan berbekal keinginan untuk maju, Susi pun terus berupaya menjual ikan Pangandran ke berbagai daerah,hingga ke Jakarta pun diusahakannya demi mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.

            Jika ada pengiriman ke Jakarta maka Susi harus menyewa mobil truk pengangkut ikan dan diisi dengan es batu agar ikannya segar, dan demikian Susi sering menyewa mobil dengan es pendingin hingga akhirnya ia pun bisa memiliki mobil truk dilengkapi es pendingin sendiri. Beliau pun menjadi salah satu juragan perikanan yang dikenal masyarakat luas di berbagai daerah di Indonesia maupun di negeri orang seperti Hongkong, China, Jepang, dan Asia lainnya.

            Wanita pengangum tokoh semar dalam pewayangan, mengaku telah 3 kali menikah. Tapi, biduk yang telah ia arungi bersama ketiga suaminya tak sebiru lautan Pangandaran. Semua karam. Dari suami yang terakhirlah, Christian Von Strombeck, sang Wonder Women ini mendapat inspirasi untuk mengembangkan bisnis penerbangan.

 

a.      Kata hubung : hingga, dan, demikian, tapi.

b.      Kata ganti : ia, sang, nya.

c.       Kata deskriptif : terus,sering,mengaku.

d.      Kata kerja/tindakan : berupaya.

3.

        Ketika itu ia berkenalan dengan seorang ekspatriat Christian Von Strombeck, seorang lelaki berwarga negara Prancis yang sering makan alias bertandang di restoran Hilmans milik Susi. Berawal dari percakapan atau perkenalan biasa, Susi pun akhirnya dilamar oleh lelaki yang berprofesi sebagai Engineer Pesawat di PT.Dirgantara Indonesia ini.

            Bersama Christian, Susi berimajinasi bagaimana caranya supaya ikan-ikan hasil tangkapan nelayan dari laut ini bisa sampai di Jakarta atau di kota tujuan dengan cepat supaya ikan tersebut terlihat masih segar, karena ikan yang segar merupakan ikan yang paling banyak diminati dipasaran.

            Satu-satunya jalan, ialah mendirikan landasan-landasan pesawat di desa-desa nelayan tersebut. “Jadi, tangkap ikan hari ini, sorenya sudah bisa dibawa ke Jakarta. Kan cuma sejam, sembilan jam pastilah membuat ikan-ikan ini mati. Mau pake es? Beda nilainya, kita tau sendiri ikan dinilai dari tingkat kesegarannya. Jika mati, harga ikan setiapnya bisa jadi anjlok setengahnya.

            Kerena melihat potensi ini sangat besar dan sangat diinginkan oleh beliau, maka Susi pun terus berupaya untuk mengumpulkan uang dari hasil usaha ikan dan udangnya, tapi apa boleh buat harus menunggu lama untuk bisa membeli pesawat seharga jutaan dollar.

            Barulah pada tahun 2004, Bank Mandiri percaya kepada business plan beliau dan memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta (sekitar Rp47 miliar) untuk membangun landasan,serta membeli 2 pesawat Cessna Grand Caravan.

            Namun apa yang terjadi, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh. “Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat bantu. Itu jadi pesawat pertama saya yang mendarat di Meulaboh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mie instan, air, dan tenda-tenda,” ungkapnya.

 

a.      Kata ganti : tersebut, beliau

b.      Kata deskriptif : cepat, segar,bisa, pastilah,sangat,terus,menunggu.

c.       Kata kerja : mengumpulkan,berimajinasi.

d.      Kata hubung : dengan,atau,karena,dan,maka,tapi,namun.

4.

Dengan niat awal hanya untuk membantu para korban di Aceh, Susi hanya berniat untuk mengangkut makanan, sandang untuk memenuhi kebutuhan para korban, namun Tuhan memberkati beliau, ketika hendak balik, banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh. “Mereka mau bayar sewa pesawat kami. Satu setengah tahun kami kerja disana. Dari situ, Susi Air bisa beli 1 pesawat lagi,” jelasnya.

            Ternyata dari bantuan nama bisnisnya semakin terdengar. Banyak permintaan menyewa pesawat, jadilah ini bisnis sewa menyewa jasa penerbangan. Utang dari Bank Mandiri sekitar Rp47 miliar sekarang tinggal 20 persennya. “ setahun lagi selesai. Tinggal 3 kali cicilan lagi. Dari BRI, sebagian baru mulai cicil. Kalau ditotal, semua (pinjaman dari perbankan) lebih dari Rp2 triliun. Return of investment (balik modal) kalau dipenerbangan bisa 10-15 tahun karena mahal,” katanya.

            Itulah sosok seorang Susi yang berjuang dan bersemangat untuk mengembangkan usaha serta berjuang juga untuk membantu banyak orang.

            Di Pangandaran, Susi terkenal sebagai seorang sosok yang baik hati dan mau berbagi dengan orang-orang miskin, bahkan dari suatu sumber mengatakan, di Pangandaran dulu ketika Susi melihat seorang orang gila yang berkeliaran di jalanan, maka ia akan membawanya kerumah kemudian memandikan dan membersihkannya serta memberikan makanan. Sungguh dia memiliki hati yang mulia, relan memberikan tumpangan bagi korban Aceh, rela juga memberikan sejumlah sumbangan untuk mereka yang miskin.

            Lagi-lagi Susi harus mengutamakan para pembeli ikannya, karena mereka sensitif soal kesegaran ikan. Sekali angkut dalam satu pesawat, dia bisa memasukkan 1,1 ton ikan atau lobster segar. Pembelinya dari Hongkong dan Jepang setiap hari menunggu di Jakarta. “Bisnis ikan serta lobster tetap jalan dan bisnis penerbangan akan terus kami kembangkan. Tahun depan kami harap sudah bisa memiliki 60 pesawat,” katanya lagi, kali ini penuh optimisme.

            Susi Pudjiastuti, sebagai pendiri dan Presiden Direktur PT.ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT.ASI Pudjiastuti Aviation yang jadi operator penerbangan Susi Air. Beliau pun kini menjadi menteri Kelautan dan Perikanan yang diangkat oleh bapak presiden Joko Widodo di kabinet kerjanya periode tahun 2014-2019.

a.      Kata ganti : nya, beliau, para, ia.

b.      Kata hubung : namun, dari situ, dan, yang, juga.

c.       Kata deskriptif : ketika.

d.      Kata kerja : membantu, mengangkut, membantu, memberikan.

 

 

Leave a Reply