TUGAS TEKS ANEKDOT “Hukum Penjara Seumur Hidup untuk Pencuri Ikan” KELAS X IIS 2

Hukum Penjara Seumur Hidup untuk Pencuri Ikan

Ada seorang nelayan muda yang baru saja dijebloskan ke dalam penjara.

Pada hari pertama ia mendekam di penjara, napi sebelahnya menanyakan perihal kenapa ia sampai dipenjara :
Napi : “Kamu masih muda kok sudah masuk penjara, kejahatan apa yang telah kamu lakukan?”
Nelayan : “Saya hanya mencuri ikan”
Napi : “Terus kamu divonis berapa tahun?”
Nelayan : “Hanya divonis hukuman seumur hidup dengan masa percobaan 2 tahun.”

Dengan rasa heran, si napi itu menanyakan lebih jauh lagi karena ini terbilang aneh
Napi : “Cuman mencuri ikan kamu bisa dihukum seberat ini? Memang ikan apa yang telah kamu curi? Paus langka?”
Nelayan : “Begini, aku mencoba membom ikan di dalam waduk dengan sebuah detonator atau bom kecil. Kemudian berhasil, ada 3 ekor ikan mengambang di permukaan air setelah alat yang saya gunakan meledak”
Napi : “Wah kalau cuman itu harusnya beberapa hari saja, tidak sampai seumur hidup dong?!”
Nelayan : “Belum selesai, permasalahannya adalah setelah ikan yang mengapung, tak lama kemudian ada 2 mayat penyelam yang ikut mengapung!”

Napi : “Wahahaha pantas saja kamu masuk penjara, ternyata tidak hanya ikan yang berhasil kamu bom. Bahkan penyelam yang tak bedosa saja ikut terkena bom”

Gelak tawa mereka mulai mereda. Setelah perbincangan singkat mengenai perihal si nelayan muda masuk penjara dan divonis seumur hidup mereka melanjutkan perbincangan dengan pembahasan lain

struktur teks tersebut :

  1. Abstraksi = Ada seorang nelayan muda yang baru saja dijebloskan ke dalam penjara.
  2. Orientasi  = Pada hari pertama ia mendekam di penjara, napi sebelahnya menanyakan perihal kenapa ia sampai dipenjara :

Napi : “Kamu masih muda kok sudah masuk penjara, kejahatan apa yang telah kamu lakukan?”
Nelayan : “Saya hanya mencuri ikan”
Napi : “Terus kamu divonis berapa tahun?”
Nelayan : “Hanya divonis hukuman seumur hidup dengan masa percobaan 2 tahun.”

                3.Krisis = Dengan rasa heran, si napi itu menanyakan lebih jauh lagi karena ini terbilang aneh
Napi : “Cuman mencuri ikan kamu bisa dihukum seberat ini? Memang ikan apa yang telah kamu curi? Paus langka?”
Nelayan : “Begini, aku mencoba membom ikan di dalam waduk dengan sebuah detonator atau bom kecil. Kemudian berhasil, ada 3 ekor ikan mengambang di permukaan air setelah alat yang saya gunakan meledak”
Napi : “Wah kalau cuman itu harusnya beberapa hari saja, tidak sampai seumur hidup dong?!”
Nelayan : “Belum selesai, permasalahannya adalah setelah ikan yang mengapung, tak lama kemudian ada 2 mayat penyelam yang ikut mengapung!”

             4.Reaksi

Napi : “Wahahaha pantas saja kamu masuk penjara, ternyata tidak hanya ikan yang berhasil kamu bom. Bahkan penyelam yang tak bedosa saja ikut terkena bom”

           5.Koda 

Gelak tawa mereka mulai mereda. Setelah perbincangan singkat mengenai perihal si nelayan muda masuk penjara dan divonis seumur hidup mereka melanjutkan perbincangan dengan pembahasan lain.

struktur kebahasaannya:

1.bermakna konotasi

“Belum selesai, permasalahannya adalah setelah ikan yang mengapung, tak lama kemudian ada 2 mayat penyelam yang ikut mengapung!”

maksudnya ialah tidak lama setelah itu ada 2 orang yang menjadi korban.

        2.bermakna sindiran

Napi : “Cuman mencuri ikan kamu bisa dihukum seberat ini? Memang ikan apa yang telah kamu curi? Paus langka?”
Nelayan : “Begini, aku mencoba membom ikan di dalam waduk dengan sebuah detonator atau bom kecil. Kemudian berhasil, ada 3 ekor ikan mengambang di permukaan air setelah alat yang saya gunakan meledak”
Napi : “Wah kalau cuman itu harusnya beberapa hari saja, tidak sampai seumur hidup dong?!”

maksudnya adalah hukuman yang belum diberlakukan secara adil, orang yang hanya mencuri ikan dihukum seumur hidup sedangkan para tikus berdasi hanya dihukum beberapa tahun saja dan dipenjara pun dilengkapi dengan fasilitas mewah.

      3.mengandung pertanyaan retoris

“Wah kalau cuman itu harusnya beberapa hari saja, tidak sampai seumur hidup dong?!”

maksudnya adalah pasti semua orang menjawab harusnya tidak sampai seumur hidup.

      4.mengandung pelajaran

Nelayan : “Belum selesai, permasalahannya adalah setelah ikan yang mengapung, tak lama kemudian ada 2 mayat penyelam yang ikut mengapung!”

Napi : “Wahahaha pantas saja kamu masuk penjara, ternyata tidak hanya ikan yang berhasil kamu bom. Bahkan penyelam yang tak bedosa saja ikut terkena bom”

jadi pelajarannya adalah kita seharusnya kalau ingin mengambil ikan tidak menggunakan peledak karna bisa memusnahkan bibit ikan kecil dan juga bisa membahayakan nyawa orang yang ada didalam yang tidak kita ketahui keberadaannya.

      5.menggunakan konjungsi

Setelah perbincangan singkat mengenai perihal si nelayan muda masuk penjara dan divonis seumur hidup mereka melanjutkan perbincangan dengan pembahasan lain.

alasannya karna kata setelah termasuk konjungsi temporal sederajat

Leave a Reply