mendalami puisi

Menganalisais Unsur Pembangun Puisi

 

Hawa Shahilil

Karya : Ega Delviandes

 

Akulah anak hawa,

Ingin indah dengan cinta,

Bersama dengan ketentuanNya.

Tak terlepas dari napasnya.

 

Bukanlah aku sombongkan diri,

bersih suci tak ternoda.

Hanya karena dia yang menutupi dada.

 

Tidak aku yang dikatakan soleha,

Cuma karena mencoba di jalanNya.

Akulah insane biasa

Yang sungguh tak terlepas dari nista.

Hanya saja

Jangan hakimi cintaku,

Karna genggamnya yang menjadi cita.

Ibadah shahilul,

Akhlak matinul,

Di garis-Nya,

Di jalan-Nya

Bersama tasbih dan napasnya.

 

 

 

 

 

 

Kegiatan 1

 

Menganalisis Diksi dalam Puisi

Diksi muncul karena adanya kias,lambang,dan persamaan bunyi atau rima.

1.      Makna kias (konotatif)

Bait I

·        ” Akulah anak hawa,Ingin indah dengan cinta”.Dapat diartikan gambaran dari seorang anak perempuan,yang ingin menjadi seorang wanita yang baik”

·        “Bersama dengan ketentuanNya.Tak terlepas dari napasnya”.maksudnya adalah dengan perinta Allah,dan tidak lepas dari petunjuk Allah.

 

Bait II

·        “Bukanlah aku sombongkan diri,bersih suci tak ternoda”.dapat diartikan bahwa dia tidak sombong,dan merasa tidak punya dosa.

·        “Haya karena dia yang menutupi dada”maksudya adalah hanya karena jilbab yang menutupi dadanya.

 

Bait III

·        “Tidak aku yang dikatakan salehah,Cuma kerena mencoba di jalanNya” maksudnya adalah bukan karena dia dikatakan sholehah,tetapi karena ingin berada di jalan Allah.

·        “Akulah insan biasa yang sungguh tak terlepas dari nista” maksudnya dia hanya seorang manusia biasa yang tak terlepas dari kesalahan.

·        “Ibadah shahilul,akhlak matinul”maksudnya adalah ibadah yang baik,dan beriman sampai mati (akhir hayat).

·        “Di garis-Nya,di jalan-Nya ,bersama tasbih dan napasnya” maksudnya adalah di atas kebenaran dan kasih sayang Allah.

 

2.      Citraan

Citraan adalah karya sastra berperan untuk menimbulkan pembayangan imajinatif bagi pembaca melalui ungkapan tidak langsung.

·        Citraan visual (penglihatan)

·        Citraan indra (penciuman)

·        Citraan indra (pendengaran)

·        Citraan indra (perabaan)

Di dalam puisi ini saya hanya menemukan satu citraan yaitu citraan indra (perabaan) yaitu “karna genggamnya yang menjadi cita”.

 

3.      Lambang (symbol)

Yaitu penggantian suatu hal/benda dengan suatu hal/benda lain.

·        Hawa shahilul

Melambangkan seorang anak perempuan.

·        Tak ternoda

Dalam puisi tersebut melambangkan bersih tidak ada dosa.

·        Dia

Dalam kalimat ‘hanya karena dia yang menutupi dada” melambangkan jilbab.

 

Kegiatan 2

 

Menentukan Struktur Batin Puisi

 

1)     Tema

Tema dalam puisi “Hawa Shahilul” adalah “Religi atau Ketuhanan”.Dalam puisi ini menceritakan seorang perempuan yang mempunyai keinginan dan mencoba memperbaiki diri dan dekat dengan Allah.hal ini dapat dibuktikan melalui beberapa penggalan bait puisi tersebut.Penggunaan kata yang sangat jelas yang tertuju pada Tuhan.”Bersama dengan kerentuaNya”kata ‘Nya’ melambangkan ‘Tuhan’ yang merupakan sebuah tanda seorang hamba-Nya yang ingin melakukan atau mengerjakan ketentuan atau perintah Tuhannya.penggunaan kalimat lain,seperti pada bait:

……………………………..

Ibadah shahilul.

Akhlak matinul,

Di garis-Nya

Di jalan-Nya

Bersama tasbih dan napasnya.

………………………………

Bukti-bukti diatas dapat menjelaskan mengenai hubungan manusia dengan Tuhan.

2)      Perasaan

Perasaan yang ditekankan pada puisi ini adalah rasa kesedihan,dan keingginan penyair untuk memperbaiki diri dan menjadi wanita yang sholihah.perasaan tersebut tergambar melalui kalimat: “Cuma karena mencoba di jalanNya”.

3)      Nada

Nada yang digunakan dalam puisi ini adalah nada kesedihan ,dan unsur nada dalam puisi ini adalah optimis karena keinginan seorang perempuan yang sangat ingin memperbaiki diri.

4)      Amanat

Amanat yang disampaikan oleh penyair adalah kalau ingin menjadi seorang perempuan yang sholehah dan dekat dengan Allah maka laksanakanlah perintah Allah,beribadah dengan baik,teruslah memperbaiki diri,dan jalankanlah perintah

Allah sampai mati.”Bersama tasbih dan napasnya”.

 

 

Kegiatan 3

 

§  Unsur Ekstrinsik Puisi

“Hawa Shahilul” adalah sebuah puisi karya Ega Delviandes ,siswi SMA N 1 Lubuk Alung.Puisi ini menggambarka ungkapan keingina penulisnya kepada Tuhannya.Puisi ini menggambarkan keingginan penyair yang ingin bahagia dengan segala perintah Tuhannya dan keinginannya untuk merubah dirinya.dalam puisi ini .dalam puisi ini tersimpan semangat optimism penyair untuk menggapai harapannya.

 

§  Unsur Intrinsik Puisi

Puisi “Hawa Shahilul” menggambarkan seorang anak perempuan /anak manusia,yang ingin bahagia dengan cintanya bersama dengan perintah Allah.dia tidak sombong,dan merasa tidak punya dosa,Cuma karena jilbab yang menutupi dadanya.dia adalah seorang wanita biasa yang tak terlepas dari kesalahan dan dosa ,dia hanya ingin selalu berada di jalanNya.dia hanya meminta jangan caci/jangan mengoloknya karena kecintaannya itu,karena keinginannya itu adalah cita-citanya.ibadah yang baik,beramal sampai mati untuk selalu berada di jalan Allah.

 

 

Leave a Reply