Menganalisis Teks Anekdot

TEKS 1

PUNTUNG ROKOK

 

Singapura termasuk salah satu Negara yang bersih, bagi siapa yang membuang sampah sembarangan bisa didenda, termasuk puntung rokok sekalipun.

Suatu ketika, si Jeki sedang berlibur, tapi nampaknya ia tak tahu aturan tersebut, ia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Oleh sebab rokok sudah hampir habis, dibuanglah begitu saja dan persis jatuh di sisi kaki kanannya. Tanpa disangka, tiba-tiba datang petugas,

“Tahukah anda, bahwa anda telah melakukan pelanggaran?!” tegas petugas

“Tidak tahu, apa gerangan yang telah saya perbuat?” tanya Jeki kebingungan

“Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok!” tegas petugas itu lagi

Dengan sigap Jeki menjawab, “Oh maaf, terjatuh.” Dan lalu diambilnya puntung rokok itu serta langsung dihisapnya lagi.

Petugas tercengang melihat tindakan Jeki. Tapi setelah menyarankan Jeki agar sekalian saja puntung rokoknya dimakan supaya tidak ada sampah, ia kemudian pergi.

 

Analisis struktur teks anekdot diatas:

 

Abstrak: Singapura termasuk salah satu Negara yang bersih, bagi siapa yang membuang sampah sembarangan bisa didenda, termasuk puntung rokok sekalipun.

Alasan: Bagian ini menjelaskan gambaran ceritanya.

 

Orientasi: Suatu ketika, si Jeki sedang berlibur, tapi nampaknya ia tak tahu aturan tersebut, ia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Oleh sebab rokok sudah hampir habis, dibuanglah begitu saja dan persis jatuh di sisi kaki kanannya. Tanpa disangka, tiba-tiba datang petugas,

Alasan: Bagian ini awal kejadian terjadinya cerita.

 

Krisis: “Tahukah anda, bahwa anda telah melakukan pelanggaran?!” tegas petugas

“Tidak tahu, apa gerangan yang telah saya perbuat?” tanya Jeki kebingungan

“Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok!” tegas petugas itu lagi

Dengan sigap Jeki menjawab, “Oh maaf, terjatuh.” Dan lalu diambilnya puntung rokok itu serta langsung dihisapnya lagi.

Alasan: Krisis biasanya terjadi masalah yang unik atau yang tidak biasa.

 

Reaksi: Petugas tercengang melihat tindakan Jeki.

Alasan: Respon Petugas atas tindakan Jeki.

 

Koda: Tapi setelah menyarankan Jeki agar sekalian saja puntung rokoknya dimakan  supaya tidak ada sampah, ia pun pergi.

Alasan: Berakhirnya cerita tersebut.

 

Analisis ciri kebahasaan cerita tersebut:

1.Konjungsi

 a. Konjungsi temporal

 -konjungsi sederajat: Dan ‘lalu’ diambilnya puntung rokok itu serta langsung dihisapnya lagi.

Tapi setelah menyarankan Jeki agar sekalian saja puntung rokoknya dimakan supaya tidak ada sampah, ia ‘kemudian’ pergi.

 -konjungsi tidak sederajat: ia merokok sendirian ‘sambil’ duduk di bangku.

 b. Konjungsi sebab akibat: ‘Oleh sebab’ rokok sudah hampir habis, dibuanglah begitu saja dan persis jatuh di sisi kaki kanannya.

 

2.Amanat: Dimanapun kita berada kita harus mengetahui adab dan peraturan yang berada di lingkungan tersebut.

 

3.Lucu: Tapi setelah menyarankan Jeki agar sekalian saja puntung rokoknya dimakan supaya tidak ada sampah, ia pun pergi.

 

TEKS 2

SI TUA DAN SI KELEDAI

 

Seorang tua tengah menggembalakan 

keledainya di padang rumput, tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan beberapa tentara musuh. “Cepat larinya,” teriak si tua itu pada si keledai, “jangan sampai mereka menangkap kita.” Tetapi si keledai tetap kalem berjalan. “Katakan,” ujar si keledai, “jika jatuh ke tangan musuh apa aku harus membawa beban dobel?” “Kukira tidak,” jawab si tua. “Lalu apa peduliku dengan siapa yang akan kulayani? Toh bebanku sama saja.” Si tua pun berlari meninggalkan keledai.

 

Analisis struktur trks anekdot:

 

• Abstrak : Seorang tua tengah menggembalakan keledainya di padang rumput 

• Orientasi : tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan beberapa tentara musuh. 

• Krisis : “Cepat larinya,” teriak si tua itu pada si keledai, “jangan sampai mereka menangkap kita.” Tetapi si keledai tetap kalem berjalan

• Reaksi : “Katakan,” ujar si keledai, “jika jatuh ke tangan musuh apa aku harus membawa beban dobel?” “Kukira tidak,” jawab si tua

• Koda : Si tua pun berlari meninggalkan keledai

 

Analisis ciri bahasa anekdot:

• Konjungsi yang digunakan: tiba-tiba dan tetapi.

Seorang tua tengah menggembalakan keledainya di padang rumput, ‘tiba-tiba’ dikejutkan dengan teriakan beberapa tentara musuh.

‘Tetapi’ si keledai tetap kalem berjalan.

• Kalimat yang mengandung unsur lucu/jengkel: Tetapi si keledai tetap kalem berjalan. 

• Teks tersebut menyindir rakyat yang tidak peduli terhadap siapa pemimimpinnya karena tidak akan mengubah nasibnya. 

  • • Amanat: pedulilah terhadap pemimpin karena pemimpinlah yang akan menentukan kebijakan pemerintah (termasuk kebijakan yang akan mengubah nasib rakyatnya).

Leave a Reply